DaerahPendidikan

Perkuat Pendidikan Pesantren, MTsN Barru Studi Tiru di MTs.Perguruan Islam Ganra

764
×

Perkuat Pendidikan Pesantren, MTsN Barru Studi Tiru di MTs.Perguruan Islam Ganra

Sebarkan artikel ini

Wartasulselnews.com – MTs. PP. Perguruan Islam Ganra menyambut kedatangan MTs.Negeri Barru dalam agenda studi tiru.Kedatangan MTs. Negeri Barru disambut dengan lantunan Shalawat Badar yang diiringi dengan tabuhan gendang dari kelompok Haderah MTs. P.P. Perguruan Islam Ganra.Kamis (13/6/2024).

Rombongan MTs Negeri Barru di pimpin langsung Kepala Madrasah  H.Adil, S.Pd. wakamad kurikulum dan kesiswaan,pembina OSIS, pembina UKS,dan beberapa tenaga pendidik.

Ketua Komite MTs. PP. Perguruan Islam Ganra,Muh.As’ad, mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari MTs.Negeri Barru di MTs. PP. Perguruan Islam Ganra yang menjadi titik lokasi kunjungan studi tiru.

Menurut As’ad dari segi fasilitas,Mts. PP. Perguruan Islam Ganra masih terus berbenah, masih terus berikhtiar,untuk mensejajarkan dirinya dengan madrasah-madrasah hebat lainnya di Indonesia, maupun di Sulsel.

“Tetapi lebih merekatkan kepada silaturrahmi atau program kepesantrenan mungkinlah tepat, karena madrasah kami berbasis pesantren,mulai dari program-programnya semua detil,”ucap As’ad.

Ketua rombongan Mts Negeri Barru H.Adil, S.Pd,menyampaikan maksud kedatangannya di MTs.PP Pergis Ganra.

Di katakan H.Adil ada tiga titik lokasi kunjungannya, yakni MTs. Negeri Soppeng, MTs. PP. Perguruan Islam Ganra, dan singgah berwisata di Permandian Alam Lejja.

“Kalau di MTs. Negeri Soppeng, menjasi lokasi utamanya untuk melihat pembinaan program Ekstra Kurikuler, sementara di MTs. PP. Perguruan Islam Ganra adalah pembinaan keagamaan karena berbasis pesantren,” kata H. Adil.

Sementara Kaharuddin selaku Kamad MTs. PP. Pergis Ganra menyampaikan Selayang pandang MTs. Perguruan Islam Ganra.

Di jelaskan bahwa, MTs PP Pergis Ganra berstatus swasta dibawah naungan Yayasan Perguruan Islam Ganra dan program yang diterapkan adalah Kurikulum Kementerian Agama dan diperkuat penambahan muatan yang berbasis pesantren.

Di katakan oleh Kahar bahwa, banyak pembiasaan atau Takhalluk sebelum pembelajaran dimulai sebagai dasar pembentukan karakter atau akhakul Karimah. Pembiasaan itu selalu dimulai setiap hari Shalat Dhuha kemudian dilanjutkan penguatan kepesantrenan yang setiap hari berganti untuk menghindari kebosanan bagi santri,ucapnya.

Selain itu,lanjutnya,setiap malam jumat, membersamai pengurus OSIS keliling dari masjid ke masjid mengajak masyarakat Yasinan dan Bershalawat serta sebelum Guru mapel memulai pembelajaran di kelas, diwajibkan membaca surah-surah pendek yang telah disusun terstruktur jadwalnya, katanya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Rombongan Studi Tiru diajak keliling melihat kondisi riil MTs. PP. Perguruan Islam Ganra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *