WhatsApp Image 2026-04-22 at 08.13.54
previous arrow
next arrow


DaerahKemenagPendidikan

MA PP. Yasrib Lapajung dan BPBD Soppeng Berkolaborasi Wujudkan Madrasah Tangguh

197
×

MA PP. Yasrib Lapajung dan BPBD Soppeng Berkolaborasi Wujudkan Madrasah Tangguh

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Langkah konkrit dalam membangun budaya sadar dan tangguh bencana di lingkungan pendidikan terus digalakkan. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren (MA PP) Yasrib Lapajung resmi menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana.

Acara yang berlangsung hangat dan edukatif ini digelar di Aula Yasrib pada Senin (27/7/2026), mulai pukul 09.30 WITA. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala MA PP. Yasrib Lapajung, Muhammad Hilmi, beserta jajaran guru dan peserta didik, serta Kepala BPBD Kabupaten Soppeng, Shahrani, S.IP., beserta tim.

Dalam sambutannya, Kepala MA PP. Yasrib Lapajung, Muhammad Hilmi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak BPBD atas terwujudnya sinergi ini. Beliau menekankan pentingnya membekali para santri dengan pengetahuan dasar mitigasi bencana sejak dini.

​”Pemahaman mengenai langkah-langkah darurat ketika terjadi bencana adalah bekal vital untuk membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan di madrasah. Kami berharap sinergi ini berlanjut lewat berbagai program edukatif di masa mendatang,” ujar Muhammad Hilmi sebelum secara resmi membuka kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Soppeng, Shahrani, S.IP., mengingatkan bahwa kondisi geografis Indonesia menempatkan negara ini pada tingkat risiko bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dari seluruh lapisan masyarakat—termasuk sektor pendidikan—menjadi hal yang wajib.

“Setiap individu perlu memiliki pengetahuan dasar agar mampu mengambil tindakan yang tepat, cepat, dan aman saat situasi darurat. Lewat simulasi dan sosialisasi ini, kami ingin memastikan para siswa dan warga madrasah paham prosedur evakuasi serta mitigasi,” tegas Shahrani.

Penandatanganan MoU ini menjadi simbol komitmen bersama antara pihak madrasah dan pemerintah daerah dalam mewujudkan Satuan Pendidikan Safe dan Tangguh Bencana.

Melalui program pelatihan dan edukasi yang berkelanjutan, kerja sama strategis ini diharapkan dapat memunculkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tanggap, sigap, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana di lingkungannya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!