DaerahEdukasiKemenagNasionalPendidikan

Aksi Heroik Kepala MAN 1 Soppeng Operasikan Excavator

131
×

Aksi Heroik Kepala MAN 1 Soppeng Operasikan Excavator

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM — Aksi Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi untuk menggenjot pembangun lingkungan madrasah yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan mencuri perhatian.

Pasalnya, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, turun langsung ke lapangan dengan mengoperasikan Excavator untuk mempercepat proses penataan lingkungan madrasah.

Aksi tersebut menjadi pemandangan yang menggugah semangat. Di tengah proses pengerukan dan pembenahan lahan, Kepala MAN 1 Soppeng tidak hanya hadir sebagai pengarah kebijakan, tetapi juga memberi teladan nyata bahwa kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang bekerja, bergerak, dan berjuang bersama warga madrasah.

Area yang sedang ditata tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi kolam penampungan dan pengelolaan air terpadu. Kolam ini dirancang untuk menampung air hujan, limpasan air dari lingkungan madrasah, serta air bekas pakai dari kamar mandi dan air wudhu yang terlebih dahulu diarahkan melalui proses penyaringan dan pengendapan sederhana. Dengan demikian, air yang sebelumnya terbuang dapat dikelola kembali secara lebih bijak untuk mengurangi genangan, menjaga cadangan air, serta mendukung konservasi lingkungan.

Lebih dari itu, kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi lokasi wisata edukasi berbasis ekoteologi. Tempat ini diharapkan menjadi ruang belajar terbuka bagi peserta didik, guru, dan masyarakat untuk memahami bahwa menjaga air, merawat tanah, menata lingkungan, dan melestarikan alam merupakan bagian dari nilai keimanan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Program ini menjadi bagian dari komitmen MAN 1 Soppeng dalam mewujudkan madrasah berbudaya lingkungan. Kolam penampungan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur lingkungan, tetapi juga sebagai laboratorium hidup untuk menanamkan kesadaran ekologis kepada peserta didik tentang pentingnya pengelolaan air, pemanfaatan air hujan, pengurangan limbah cair, dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan.

Dr. Musmuliadi menyampaikan bahwa penataan lingkungan ini bukan hanya dilakukan untuk menghadapi penilaian Adiwiyata Nasional, tetapi juga sebagai upaya menanamkan karakter cinta lingkungan kepada seluruh warga madrasah.

“Lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata adalah cermin karakter penghuninya. Kolam ini akan menjadi simbol gerakan konservasi air di MAN 1 Soppeng. Air hujan, air wudhu, dan air bekas pakai yang memungkinkan untuk dikelola akan kita arahkan agar tidak terbuang sia-sia. Tempat ini juga akan menjadi wisata edukasi berbasis ekoteologi, agar peserta didik belajar bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah,” ungkapnya. Selasa (19/5/2026).

Ia menegaskan bahwa MAN 1 Soppeng terus berkomitmen memperkuat budaya peduli dan berperilaku ramah lingkungan hidup. Penataan ini sejalan dengan semangat Adiwiyata, ekoteologi, dan Asta Protas Menteri Agama, terutama dalam membangun madrasah yang ramah lingkungan, berkarakter, unggul, dan berkelanjutan.

Melalui aksi nyata ini, MAN 1 Soppeng menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya pusat pembelajaran ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga pusat gerakan perubahan lingkungan. Dari madrasah, nilai kepedulian terhadap bumi ditanamkan; dari keteladanan pemimpin, budaya cinta lingkungan digerakkan menuju Adiwiyata Nasional.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!