DaerahHajiNews

Air Mata Haru Mengiringi Langkah Suci: Kisah di Balik Pelepasan Kloter 41 & 43 Kabupaten Soppeng

93
×

Air Mata Haru Mengiringi Langkah Suci: Kisah di Balik Pelepasan Kloter 41 & 43 Kabupaten Soppeng

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Di bawah langit pagi yang cerah, ratusan jemaah haji Kloter 41 dan 43 Kabupaten Soppeng perlahan memasuki area pemberangkatan di Gedung Lapatau Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Selasa 19 Mei 2026.

Ada yang tersenyum haru, ada pula yang tak kuasa membendung air mata. Mereka adalah para tamu Allah SWT yang tahun ini mendapat kehormatan menunaikan ibadah haji, perjalanan spiritual yang tak hanya menguji fisik, tapi juga keikhlasan dan kesabaran.

Suasana menjadi semakin khidmat saat suara salam pembuka menggema: “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.” Disampaikan dengan penuh ketulusan, pidato pelepasan yang disampaikan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bukan hanya seremonial belaka. Ia menyelipkan doa, harapan, dan pesan-pesan mendalam yang menggetarkan hati.

Ia meminta para jamaah agar menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji, mempererat kebersamaan, mematuhi arahan petugas haji, serta menjaga nama baik Kabupaten Soppeng dan Indonesia selama berada di Tanah Suci.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami mengucapkan selamat jalan dan mendoakan seluruh jamaah diberikan kekuatan, kesehatan, kelancaran dalam menjalankan ibadah serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ucapnya.

Satu per satu pesan pun disampaikan: luruskan niat, jaga akhlak, dan kuatkan kebersamaan. Ia juga menegaskan bahwa haji bukan untuk mengejar gelar, tapi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di Tanah Suci, status duniawi melebur yang tinggal hanya niat, keikhlasan, dan amal.

Suara takbir dan shalawat mengiringi prosesi akhir pelepasan. Jemaah perlahan menaiki bus dengan tangan menggenggam erat tas kecil berisi dokumen, doa, dan harapan dari keluarga tercinta. Di kejauhan, lambaian tangan dan peluk hangat menjadi saksi bisu perpisahan sementara—sebuah awal dari perjalanan yang akan mengubah hidup mereka.

Dalam diam, ratusan hati berdoa. Semoga perjalanan ini bukan hanya sekadar ibadah, tapi menjadi titik balik yang mengubah diri menjadi insan yang lebih bertakwa.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!