WARTASULSELNEWS.COM – Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Agama (Kemenag) RI Bidang Pendidikan, Ormas, dan Moderasi Beragama, DR. H. M. Faried Fachruddin Saenong, Ph.D membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng. Kamis (18/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (LP2KS) dengan mengusung tema “Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Karya Tulis Ilmiah “. Selain Dr Farid kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle Ks Dalle, Perwakilan Kanwil Kemenag Sul-sel, Kakan Kemenag Soppeng, H. Afdal serta narasumber Prof Sukardi Weda guru besar (profesor) bahasa Inggris pada Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM).
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pembekalan teoretis dan praktis yang kuat terkait metodologi penulisan karya tulis ilmiah bagi guru di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Soppeng demi mendongkrak kualitas literasi dan karier fungsional.
Dalam arahannya, Staf Khusus Menang RI, Dr. Faried menegaskan bahwa, kemampuan menulis karya ilmiah bukan lagi sekedar pemenuhan syarat administrasi untuk kenaikan pangkat, melainkan ceriminan dari profesionalisme seorang guru.
“Guru adalah pilar utama transformasi pendidikan di Kementerian Agama. Melalui penulisan KTI, guru diajak untuk berfikir kritis, berbasis data, dan mampu menuangkan inovasi pembelajaran di kelas ke dalam bentuk karya akademik yang teruji, ” ujar Dr Faried.
Sementara itu, Prof Sukardi Weda mengawali materinya dengan mengajukan pertanyaan tentang apa urgensinya dan apa pentingnya seorang pendidik atau guru menulis atau menuangkan idenya dalam bentuk tulisan.
Dua orang peserta Bimtek yang menjawab pertanyaan tersebut diberikan hadiah berupa buku yang ditulis sendiri oleh Prof Dr Sukardi Weda.
Sukardi Weda mengatakan bahwa guru yang hobi nenulis akan menjadi idola bagi para siswanya. “Penulis juga akan mendapatkan ibadah sosial karena dapat mencerahkan publik melalui gagasan, pikiran, dan ide kreatifnya,” ujarnya.
“Tulisan juga dapat dijadikan sumber pengambilan kebijakan oleh para pengambil kebijakan (policy maker), terutama pemerintah daerah,” imbuhnya.
Sementara, Jamal Hasan Basir, Direktur LP2KS mengatakan kegiatan Bimtek Penulisan dan Publikasi Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan untuk menggugah dan memotivasi para guru untuk melakukan kegiatan tulis menulis dan publikasi, baik itu di media cetak, media online maupun pada jurnal ilmiah.


















