Makkah — Dedikasi petugas haji Kloter UPG 01 Embarkasi Makassar kembali terlihat dalam pelayanan kepada jamaah. Dokter kloter UPG 01, dr. Andi Risqah, menunjukkan totalitasnya dalam mendampingi salah seorang jamaah atas nama Nurdin yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Al-Nour Makkah untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, Minggu (17/5/2026).
Pendampingan tersebut berlangsung cukup panjang dan melelahkan. Sejak jamaah dirujuk ke rumah sakit, dr. Andi Risqah terus berada di sisi pasien untuk memastikan seluruh proses pemeriksaan, observasi, tindakan medis, hingga administrasi pelayanan berjalan dengan baik. Selama sekitar 20 jam, dokter kloter tetap mendampingi jamaah di rumah sakit sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan kesehatan haji.
Sebelum mendapatkan ruang perawatan, jamaah yang tergabung dalam rombongan 4 harus menjalani penanganan dan observasi di Unit Gawat Darurat selama kurang lebih 16 jam. Setelah melalui proses tersebut, pasien akhirnya memperoleh kamar perawatan di kamar 345 RS Al-Nour Makkah.
Dalam situasi tersebut, kehadiran dokter kloter menjadi sangat penting, bukan hanya untuk memantau kondisi medis jamaah, tetapi juga untuk memberikan ketenangan kepada pasien dan keluarga.
“Kami ingin memastikan komunikasi dengan pihak rumah sakit tetap berjalan, sekaligus memantau perkembangan kondisi jamaah agar mendapatkan pelayanan yang sesuai, ” ucap dr. Andi Risqa.
Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen petugas Kloter UPG 01 dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci. Pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di hotel, tetapi juga berlanjut hingga proses rujukan ke fasilitas kesehatan Arab Saudi.
Ketua Kloter UPG 01 bersama seluruh petugas menyampaikan apresiasi atas dedikasi dr. Andi Risqah yang tetap sigap, sabar, dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai dokter kloter. Di tengah padatnya agenda persiapan menjelang puncak haji, pelayanan kepada jamaah sakit tetap menjadi prioritas utama.
Kisah pendampingan ini menjadi gambaran nyata bahwa tugas petugas haji tidak mengenal batas waktu. Di balik kelancaran ibadah jamaah, ada kerja senyap para petugas yang hadir dengan penuh keikhlasan, memastikan setiap jamaah tetap terlayani, terlindungi, dan mendapatkan perhatian terbaik selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.


















