WARTASULSELNEWS.COM – Sebanyak 50 orang guru ngaji tradisional Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng menerima santunan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA Kecamatan Lalabata.
Pemberian santunan itu dilakukan langsung secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Soppeng H. Afdal di Aula Kantor KUA Kecamatan Lalabata, Selasa (28/4/2024).
Afdal mengatakan mungkin yang hadir pada hari ini ada yang sudah mengajar mengaji hampir 50 tahun.
Tingkat kesejahteraan guru ngaji kita, khususnya di daerah, dinilai masih memprihatinkan. Banyak guru ngaji yang penghasilannya masih berada di bawah upah minimum regional atau kabupaten/kota.
Kata Afdal, untuk menjadi guru ngaji harus memiliki kemampuan kompetensi mengajar dan faseh membaca dan mengajar Al-Quran, memahami Makharijul Khuruf, berakhlaq mulia, sabar dan memiliki pemahaman agama yang benar.
“Karenanya seorang guru mengaji harus senantiasa mengasah kompetensi dan kemampuan yang dimiliki agar bisa meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran menjadi lebih baik. Apalagi Al-Qur’an merupakan pedoman hidup manusia. Dan sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk membaca, mempelajari, dan mengamalkannya,” ujarnya.
Guru ngaji tradisional adalah pahlawan literasi Al-Qur’an akar rumput yang mendedikasikan diri mengajar dasar agama tanpa imbalan tinggi, ucapnya.
“Kehadiran mereka sangat dibutuhkan dalam rangka mendukung pemerintah untuk mewujudkan peningkatan dan pembinaan kehidupan beragama,” tuturnya.
Afdal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada guru ngaji tradisional yang telah mengabdikan dirinya dalam membina masyarakat di bidang kehidupan beragama.
“Semoga ketulusan ibu -ibu mendapat ganjaran pahala dari Allah,SWT,” pungkasnya.




















