WhatsApp Image 2026-04-22 at 08.13.54
previous arrow
next arrow


DaerahKemenagNasionalPendidikan

Dari Aula ke Pantai Ammani, Raker MAN 1 Soppeng Merajut Kebersamaan

574
×

Dari Aula ke Pantai Ammani, Raker MAN 1 Soppeng Merajut Kebersamaan

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Siapa bilang rapat kerja harus selalu dibungkus kaku dalam ruangan berpendingin udara dan atmosfer yang tegang? MAN 1 Soppeng membuktikan sebaliknya. Mengkombinasikan kedalaman analisis dengan kehangatan kekeluargaan, madrasah ini sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 selama dua hari penuh, Jumat (31/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026).

Tak sekedar merumuskan deretan program di atas kertas, Raker kali ini dirancang unik melalui dua iklim yang berbeda, serius di aula madrasah, lalu mencair di pesisir Pantai Ammani, Kabupaten Pinrang.

Berpusat di Aula SBSN MAN 1 Soppeng pada hari pertama, seluruh unsur madrasah—mulai dari pimpinan, guru, hingga tenaga kependidikan—duduk bersama mengevaluasi capaian dan merajut program prioritas.

Diskusi tajam namun terarah mengemuka di setiap lini. Berbagai fokus strategis dikupas tuntas, meliputi: Peningkatan mutu pembelajaran & pengembangan prestasi siswa, ​pembentukan karakter, keagamaan, dan keasramaan, penguatan sarana-prasarana & ekoteologi ​Riset, bahasa, keterampilan, dan kemitraan publikasi serta digitalisasi tata kelola madrasah.

Suasana berganti 180 derajat pada hari kedua. Di bawah naungan angin laut yang sejuk dan riak debur ombak Pantai Ammani, pembahasan program berlanjut jauh lebih cair. Ruang terbuka justru menjadi pemantik hadirnya ide-ide segar dan diskusi tanpa sekat.

​Bagian paling menyentuh dari Raker 2026 ini adalah hadirnya para guru dan tenaga kependidikan purnabakti. Kehadiran para senior ini menegaskan bahwa masa tugas boleh berakhir, namun jalinan persaudaraan di MAN 1 Soppeng takkan pernah terputus.

​Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., menegaskan betapa krusialnya peran para pendahulu dalam pondasi lembaga saat ini.

​”MAN 1 Soppeng hari ini berdiri di atas kerja keras banyak orang. Guru dan pegawai purnabakti tetaplah bagian dari keluarga besar kita. Kami ingin membangun budaya madrasah yang tidak hanya kuat dalam program dan prestasi, tetapi juga kokoh dalam persaudaraan. Orang-orang yang pernah berjuang membesarkan madrasah harus tetap kita hormati dan rangkul,” tegas Dr. Musmuliadi.

Bagi MAN 1 Soppeng, Raker bukan agenda formalitas untuk menumpuk daftar kegiatan. Setiap perencanaan dirancang matang berorientasi pada hasil: jelas tujuannya, terukur indikatornya, transparan anggarannya, serta nyata dampaknya bagi siswa dan masyarakat.

Dr. Musmuliadi berpesan agar semangat kolaborasi yang telah terbangun terus dirawat hingga kembali ke ruang-ruang kelas.

​”Rapat kerja ini harus melahirkan program yang realistis dan berdampak. Namun, program yang baik hanya dapat terlaksana apabila kita bekerja dengan hati, saling mendukung, dan memiliki rasa tanggung jawab bersama, ” ucapnya.

Perjalanan Raker dari Aula SBSN hingga Pantai Ammani menyampaikan pesan mendalam: kemajuan sebuah lembaga lahir dari perpaduan perencanaan yang matang dan rasa kebersamaan yang kuat.

Di Pantai Ammani, keluarga besar MAN 1 Soppeng tidak sekadar menyusun kalender kerja. Mereka sedang merajut kembali semangat pengabdian, meneladani jasa para pendahulu, dan melangkah bersama menuju madrasah yang unggul serta transformatif.

Sebab bagi MAN 1 Soppeng, Raker bukan hanya tentang apa yang akan dilakukan, melainkan meneguhkan siapa yang akan berjalan bersama untuk mewujudkannya. (MM) 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!