ArtikelDaerahMetroRagam

Lautan Layang-Layang Hiasi Langit Desa Belo, 2.000 Peserta se-Sulsel Hadir Memadati Lokasi

232
×

Lautan Layang-Layang Hiasi Langit Desa Belo, 2.000 Peserta se-Sulsel Hadir Memadati Lokasi

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM — Kemeriahan ajang kebudayaan dan hiburan masyarakat bertajuk Festival Layang-Layang sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata. Berlangsung di Desa Belo, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng pada Minggu (20/9/2026), tak kurang dari 2.000 peserta dari berbagai kabupaten se-Sulawesi Selatan—seperti Pinrang, Sidrap, Luwu, Bone, hingga Maros—turut memadati lokasi untuk mewarnai langit Soppeng.

​Acara yang mengusung pesan bahwa layang-layang bukan sekadar permainan tradisional, melainkan warisan budaya dan sarana perekat kebersamaan ini mendapat dukungan penuh dari Pitu-Pitu Soppeng.

​Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kapolsek Ganra, IPDA Muhtadi, bersama Kepala Desa Belo, Asharie Gunawan. Hadir pula jajaran tokoh pers serta lembaga swadaya masyarakat, antara lain Ketua IWO Kamaruddin, Ketua Join Herwan, dan perwakilan LSM Sidik Mahmud Cambang.

​Salah satu panitia pelaksana, Incess, menjelaskan bahwa festival ini diselenggarakan secara cuma-cuma demi merangkul seluruh kalangan masyarakat.

​”Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis. Ini merupakan rangkaian dari acara Main Bareng sekaligus ajang silaturahmi bagi para pecinta layang-layang,” tutur Incess panitia pelaksana.

​Sementara Kapolsek Ganra IPDA Muhtadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif positif tersebut.

Ia menilai festival ini tidak hanya berhasil menghidupkan tradisi lokal, tetapi juga menjadi sarana yang sangat efektif untuk mempererat silaturahmi masyarakat antarwilayah di Sulawesi Selatan.

​Ia juga berpesan kepada seluruh peserta dan pengunjung agar tetap menjaga ketertiban serta keamanan selama acara berlangsung.

​”Harapan kita bersama, kegiatan ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Semoga ajang silaturahmi ini terus berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi kebersamaan masyarakat kita,” pungkasnya.

Kegiatan Festival Layang-Layang ini ditutup dengan penuh kehangatan dan rasa persaudaraan antarpeserta dari berbagai daerah. Keberhasilan acara yang berlangsung aman, tertib, dan meriah di Desa Belo ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus melestarikan nilai budaya sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!