WhatsApp Image 2026-04-22 at 08.13.54
previous arrow
next arrow


DaerahEdukasiInternasionalKemenagNasionalPendidikan

Dari Soppeng ke Jakarta: Mahasiswa UIN Bedah Fatwa MUI Soal AI

326
×

Dari Soppeng ke Jakarta: Mahasiswa UIN Bedah Fatwa MUI Soal AI

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda asal daerah. Yoga Saputra, mahasiswa UIN Alauddin Makassar asal Kabupaten Soppeng, sukses menarik perhatian para ulama dan dewan pakar nasional dalam perhelatan bergengsi 10th International Annual Conference on Fatwa MUI Studies yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Juli 2026, di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

Putra dari pasangan Bapak Sukardi dan Ibu Aryanti yang berasal dari Desa Jampu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng ini tampil percaya diri mempresentasikan gagasan hukum Islam kontemporer yang progresif dan krusial di era digital.

Di hadapan para jajaran pengurus dan Dewan Pakar Majelis Ulama Indonesia (MUI), alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Yasrib Soppeng ini membawakan karya ilmiah bertajuk:

​”Mas’ūliyyah Berlapis dan Rekalibrasi Al-Kitābah Kal-Khiṭāb: Konstruksi Normatif atas Pertanggungjawaban Konten Berbasis AI Generatif dalam Korpus Fatwa MUI”.

Dalam pemaparannya, Yoga secara lugas membedah keterbatasan dan keruntuhan asumsi normatif yang terdapat dalam Fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 tentang Pedoman Bermuamalah di Media Sosial serta hasil Ijtima Ulama VIII Tahun 2024.

Menurutnya, regulasi dan pedoman keagamaan tersebut belum sepenuhnya mengakomodasi dinamika pesat teknologi Generative Artificial Intelligence (AI Generatif)—seperti teks, gambar, hingga rekayasa suara otomatis yang diproduksi oleh kecerdasan buatan.

Sebagai solusi atas persoalan hukum dan etika media baru ini, Yoga menawarkan konsep Mas’ūliyyah Berlapis (pertanggungjawaban hukum/etik berjenjang) dan meluncurkan ide rekalibrasi kaidah fikih klasik al-Kitābah kal-Khiṭāb (tulisan berstatus hukum sama dengan ucapan langsung).

Menariknya, pembaharuan gagasan ini tidak dirumuskan secara terlepas, melainkan tetap berakar kuat pada khazanah literatur klasik (turats) keislaman yang dipadukan dengan dinamika hukum modern.

Kehadiran Yoga Saputra di panggung konferensi internasional ini menjadi bukti nyata bahwa santri dan mahasiswa asal daerah, seperti Desa Jampu Soppeng, mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional. Pemikirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi substantif bagi MUI dalam merumuskan fatwa-fatwa keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi masa depan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!