WARTASULSELNEWS.COM – Semangat memperkuat dakwah dan pemberdayaan masyarakat kembali bergelora di Kecamatan Marioriwawo. Selasa (4/8/2026).
Melalui agenda Pembinaan dan Silaturahmi Majelis Taklim se-Kecamatan Marioriwawo, berbagai elemen penting—mulai dari Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, KUA, UPZ, penyuluh agama, hingga jajaran pengurus Majelis Taklim—duduk bersama untuk merajut sinergi yang lebih nyata dan berdampak luas.
Forum ini bukan sekadar ajang tatap muka rutin, melainkan momentum krusial untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mentransformasi peran Majelis Taklim agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., menyoroti peran sentral Majelis Taklim sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, wadah ini harus mampu bertransformasi menjadi pusat penguatan karakter dan kemandirian masyarakat.
”Majelis Taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga harus menjadi pusat pembinaan akhlak, penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Inilah wujud nyata layanan keagamaan yang berdampak,” tegas H. Afdal.
Apresiasi senada disampaikan oleh Camat Marioriwawo, Andi Ahmad Masykur, S.IP, M.Si. Ia menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk terus mengawal dan mendukung penuh setiap program keagamaan yang memberi manfaat langsung bagi warga.
”Majelis Taklim memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, membina akhlak, serta menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan kehidupan yang damai, rukun, dan sejahtera. Kami siap mendukung setiap langkah positif ini,” ujar Andi Ahmad Masykur.
Menajamkan arah pergerakan tersebut, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, S.Ag, M.Pd.I, mendorong keberanian Majelis Taklim untuk keluar dari zona nyaman pengajian rutin belaka.
Ia memaparkan bahwa Majelis Taklim masa kini harus menyentuh sektor-sektor vital, seperti: Edukasi & Keluarga, Sosial & Ekonomi.
Langkah konkrit ini disambut hangat oleh Kepala KUA Kecamatan Marioriwawo, Darwis, S.Ag, M.Ag, bersama Ketua UPZ Marioriwawo. Keduanya mengajak seluruh pengurus untuk mengintegrasikan program dakwah dengan gerakan sosial-ekonomi yang mampu mengangkat kesejahteraan umat secara riil.
Suasana hangat dan penuh semangat kekeluargaan mewarnai sepanjang jalannya kegiatan. Kehadiran para Penyuluh Agama Islam dan pengurus Majelis Taklim se-Kecamatan Marioriwawo menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan mandiri.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan visi “Bimas Islam Soppeng Berdampak”—sebuah gerakan nyata untuk memastikan layanan keagamaan hadir lebih dekat, memberikan manfaat konkret, dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. (MYN)


















