WhatsApp Image 2026-04-22 at 08.13.54
previous arrow
next arrow


DaerahKemenagNasional

Usung Konsep Sulapa Eppa, MAN 1 Soppeng Pukau Tim PKKM

20
×

Usung Konsep Sulapa Eppa, MAN 1 Soppeng Pukau Tim PKKM

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Suasana haru sekaligus bangga mewarnai gelaran Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) empat tahunan di MAN 1 Soppeng, Rabu (29/7/2026). Lebih dari sekedar gugus tugas administrasi di atas kertas, ajang ini menjelma menjadi panggung pembuktian atas perjalanan panjang, transformasi tata kelola, hingga riak inovasi tiada henti yang diusung sekolah ini.

​Istimewanya, momen penting ini disaksikan langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum. Bersama tim penilai yang diketuai Abd. Jalil, S.E., serta disokong penuh oleh jajaran Kemenag Kabupaten Soppeng, Pengawas Pembina, Komite, dan seluruh tenaga pendidik, kegiatan ini memancarkan kuatnya kebersamaan.

Menyaksikan langsung solidnya iklim kerja di MAN 1 Soppeng, Dr. H. Wahyuddin Hakim tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dalam sambutannya, ia memberikan suntikan semangat yang mendalam bagi seluruh civitas akademika.

​”Saya sangat terharu melihat semangat seluruh guru dan tenaga kependidikan di sini. Bekerjalah dengan ikhlas, karena setiap pekerjaan yang dilandasi ketulusan akan menghadirkan keberkahan dan dampak besar bagi kemajuan madrasah,” tutur Wahyuddin.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Soppeng, H. Afdal., S. Ag., MM turut melontarkan pujian atas terobosan sistemik yang dibangun. MAN 1 Soppeng dinilai berhasil merajut format pendidikan yang komprehensif—memadukan pendidikan keagamaan, akademik, boarding, riset, digitalisasi, hingga konsep lingkungan hidup Adiwiyata dan Sekolah Ramah Anak dalam satu napas.

Di hadapan tim penilai yang menelaah berkas hingga verifikasi lapangan, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., memaparkan rekam jejak kepemimpinannya.

Menariknya, Dr. Musmuliadi menegaskan bahwa PKKM ini ia posisikan sebagai ruang muhasabah (refleksi diri) kelembagaan, bukan sekadar ajang unjuk kebolehan.

“PKKM adalah ruang muhasabah. Kami hadir bukan hanya untuk memperlihatkan capaian, tetapi juga membuka diri atas kekurangan agar bisa berbenah. Keberhasilan ini adalah milik bersama—buah dari kerja keras guru, staf, komite, dan masyarakat,” tegas Dr. Musmuliadi.

​Tak ragu, madrasah ini juga secara terbuka menyampaikan tantangan riil yang dihadapi, seperti keterbatasan ruang kelas yang belum sebanding dengan tingginya animo murid baru—sebuah catatan kritis yang menjadi prioritas perbaikan ke depan.

Menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung hangat namun tetap objektif, MAN 1 Soppeng meneguhkan komitmennya untuk mencetak generasi unggul berbasis filosofi lokal Sulapa Eppa (olah hati, olah fisik, olah pikir, dan olah rasa). Konsep ini ditargetkan melahirkan lulusan berkarakter Beriman, Sehat, Cerdas, dan Ceria.

Bagi MAN 1 Soppeng, penilaian ini bukanlah garis akhir, melainkan titik mula untuk melompat lebih tinggi, berbenah lebih dalam, dan menghadirkan dampak yang makin nyata bagi masyarakat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!