WARTASULSELNEWS.COM – Suasana kehangatan dan kebersamaan begitu membuncah di Desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Sejak pagi, ratusan warga dari berbagai elemen—tua, muda, hingga anak-anak berbondong-bondong memadati area lapangan desa dengan parang, dan bambu di tangan.
Bukan tanpa alasan, aksi kolosal ini dilakukan demi menyulap lapangan desa menjadi lebih rapi, bersih, dan indah. Tak sekadar membersihkan rumput liar, warga juga bahu-membahu merancang dan mendirikan pagar bambu di area tersebut.
Aksi gotong royong ini membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan luhur masyarakat desa masih tertanam sangat kuat dan jauh dari kata luntur. Terlihat gelak tawa dan gurauan hangat mengiringi setiap tetes keringat yang jatuh, mencairkan kelelahan di tengah terik matahari.
“Semangatnya sungguh luar biasa. Di saat zaman semakin modern, warga Gattareng Toa justru membuktikan bahwa gotong royong adalah identitas utama kita. Lapangan ini milik bersama, jadi merawatnya pun harus dengan tangan bersama,” ujar Kahar salah satu tokoh masyarakat setempat. Minggu, (26/7/2026).
Dengan berdirinya pagar baru dan bersihnya area lapangan, kini Desa Gattareng Toa siap menyambut berbagai kegiatan kemasyarakatan, turnamen olahraga lokal, hingga momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT-RI) dengan wajah baru yang lebih segar.
Aksi nyata ini bukan sekadar tentang lapangan yang bersih atau pagar yang kokoh, melainkan tentang menjaga api kebersamaan agar tetap menyala di Desa Gattareng Toa. Sebuah teladan manis bahwa kekuatan terbesar sebuah desa terletak pada kekompakan warganya.
















