WhatsApp Image 2026-04-22 at 08.13.54
previous arrow
next arrow


Kemenag

Secangkir Inspirasi dari IPIM Soppeng Meracik Masa Depan Masjid Lewat “NGOPI”

277
×

Secangkir Inspirasi dari IPIM Soppeng Meracik Masa Depan Masjid Lewat “NGOPI”

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Indonesia (IPIM) Kabupaten Soppeng menggelar sebuah forum diskusi dan silaturahmi yang dikemas secara unik bertajuk NGOPI IPIM (Ngobrol Pembinaan Imam).

Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah nyata dalam penguatan kapasitas dan pembinaan berkelanjutan, guna mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini dihadiri langsung oleh H. A. Muh. Darwis, S.Ag., M.Ag. (Ketua IPIM Kabupaten Soppeng), ​H. A. Akram, S.P., M.P. (Sekretaris IPIM Kabupaten Soppeng), ​Dr. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Pd.I, (Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Soppeng), ​Para Ketua IPIM Kecamatan se-Kabupaten Soppeng. Kamis (16/7/2026).

Ketua IPIM Kabupaten Soppeng, H. A. Muh. Darwis, menegaskan bahwa di era modern ini, tantangan yang dihadapi umat semakin kompleks. Oleh karena itu, peran imam masjid harus digeser ke arah yang lebih luas.

“Imam masjid tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin salat secara ritual, tetapi juga sebagai pembina umat, penjaga persatuan, serta teladan utama dalam kehidupan beragama. Pembinaan berkesinambungan melalui forum seperti NGOPI ini adalah kebutuhan mutlak agar para imam kita semakin profesional dalam melayani masyarakat,” ujar H. A. Muh. Darwis.

Senada dengan hal tersebut, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, menekankan pentingnya mentransformasikan masjid menjadi pusat solusi bagi berbagai persoalan umat. Masjid tidak boleh sekadar menjadi tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pembinaan keluarga, hingga penguatan moderasi beragama dan kepedulian sosial.

​”Imam bukan hanya memimpin salat, tetapi juga memimpin perubahan. Masjid harus hadir memberikan solusi. Karena itu, para imam perlu terus membangun kolaborasi erat dengan Kementerian Agama, pemerintah daerah, penyuluh agama, pengurus masjid, majelis taklim, hingga organisasi keagamaan,” tegas Dr. Muhammad Yunus.

​Ia juga mengajak seluruh pengurus IPIM memanfaatkan forum NGOPI ini sebagai ruang berbagi pengalaman dan melahirkan inovasi pelayanan keagamaan yang selaras dengan program Kemenag Berdampak.

Suasana “NGOPI” kali ini benar-benar mencerminkan namanya. Diskusi berlangsung interaktif, gayeng, dan penuh semangat kekeluargaan.

Melalui program NGOPI IPIM ini, diharapkan lahir generasi imam masjid di Kabupaten Soppeng yang tidak hanya berilmu dan berintegritas, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman serta kolaboratif. Dengan begitu, masjid-masjid di Bumi Latemmamala benar-benar menjadi pusat peradaban dan pelayanan yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!