Kemenag

Lewat KUA Berdampak, Semangkuk Bubur Ibu Sakkarupe Kini Lahirkan Harapan Baru

101
×

Lewat KUA Berdampak, Semangkuk Bubur Ibu Sakkarupe Kini Lahirkan Harapan Baru

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Perjuangan hidup sering kali tidak dimulai dari panggung-panggung besar, melainkan dari sudut dapur sederhana yang mengepul sejak dini hari. Bagi Ibu Sakkarupe, seorang penjual bubur di Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng, setiap bulir beras yang diaduknya adalah ikhtiar nyata demi menyambung hidup dan menjaga martabat keluarganya.

Keteguhan hati Ibu Sakkarupe inilah yang kemudian menggerakkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Citta untuk turun tangan. Lewat program KUA Berdampak, sebuah bantuan modal usaha disalurkan untuk memperkuat usaha mikro masyarakat yang tengah berjuang di akar rumput.

Momen penyerahan bantuan ini terasa begitu hangat dan sarat dukungan. Camat Citta, Hj. Hasnawati, menyerahkan langsung bantuan tersebut dengan didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Pd.I. Selasa (14/7).

Turut hadir menyaksikan Kepala KUA Kecamatan Citta, Ketua UPZ, para Penyuluh Agama Islam, serta para Penghulu. Kehadiran para pejabat daerah dan tokoh agama ini menegaskan satu hal: pelayanan keagamaan kini tidak lagi kaku di balik meja, melainkan hadir langsung menyentuh realitas kehidupan umat.

Dalam arahannya, Dr. Muhammad Yunus menekankan bahwa program KUA Berdampak adalah wujud dari internalisasi nilai-nilai agama ke dalam aksi sosial yang nyata.

“Saat kita menguatkan seorang penjual bubur agar usahanya tetap bertahan, di saat yang sama kita sedang menjaga martabat sebuah keluarga dan menumbuhkan harapan baru. Zakat, infak, dan sedekah baru akan benar-benar bermakna jika mampu mengubah para mustahik (penerima) menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya secara ekonomi,” tegasnya.

Langkah responsif ini mendapat apresiasi tinggi dari Camat Citta, Hj. Hasnawati. Ia memuji sinergi yang solid antara Kementerian Agama, KUA, UPZ, penyuluh, hingga penghulu yang berhasil menciptakan program yang manfaatnya langsung dirasakan oleh warganya.

Bagi Ibu Sakkarupe sendiri, bantuan yang diterimanya hari itu jauh lebih bernilai dari sekadar angka nominal modal usaha. Bantuan tersebut adalah suntikan semangat dan bukti nyata bahwa ia tidak berjuang sendirian. Dari balik gerobak bubur sederhananya, kini tumbuh keyakinan baru bahwa kepedulian itu masih ada.

Program ini menjadi potret utuh dari esensi zakat yang sebenarnya: bukan sekadar memindahkan harta, melainkan membangun kembali kehormatan dan mengangkat martabat umat. Inilah wajah asli KUA Berdampak—sebuah pelayanan yang jejaknya tidak hanya abadi dalam dokumen negara, tetapi juga hidup dan dirasakan langsung di hati masyarakat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!