Kemenag

Air Mata dan Pelukan Hangat Warnai Langkah Ratusan Santri Baru Ponpes Yasrib

238
×

Air Mata dan Pelukan Hangat Warnai Langkah Ratusan Santri Baru Ponpes Yasrib

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Isap tangis dan pelukan erat tidak tertahankan mengiringi langkah kaki ratusan santri baru yang resmi memasuki gerbang Pondok Pesantren (Ponpes) Yasrib. Prosesi serah terima santri dari orang tua kepada pihak pengelola pondok berlangsung dengan penuh khidmat sekaligus mengharukan. Minggu (12/7/2026).

Sejak pagi hari, kompleks pondok pesantren Yasrib sudah dipadati oleh para orang tua yang mengantarkan putra-putri mereka. Bagi sebagian besar orang tua, momen ini adalah kali pertama mereka harus berpisah jarak dan waktu yang cukup lama dengan buah hati tercinta demi pendidikan agama yang lebih baik.

Di balik senyum dan pelukan, terselip tangis haru yang mewarnai hari pertama mereka. Para orang tua, dengan mata berkaca-kaca, melepas buah hati mereka yang siap menapaki jalan pendidikan agama, ibadah dan pembinaan karakter.

Suasana emosional mulai memuncak saat acara serah terima dilaksanakan. Tangis haru pecah para orang tua mulai memberikan pelukan terakhir dan untaian doa di telinga anak-anak mereka sebelum memasuki area asrama.

Meski diselimuti rasa sedih karena harus berpisah, guratan kebanggaan tetap terpancar dari wajah para orang tua yang melihat anaknya kini siap mandiri dan menimba ilmu di lingkungan pesantren.

Pimpinan Ponpes Yasrib, H.Muh.Taslim Basri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan besar yang diberikan oleh para orang tua santri. Pihak pondok berkomitmen untuk menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ia mengajak para orang tua untuk mengikhlaskan putra-putrinya menjalani proses pendidikan di pesantren sebagai bagian dari ikhtiar membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan mandiri.

“Jika kamu tidak tahan terhadap lelahnya belajar, maka kamu harus siap menanggung perihnya kebodohan, ” ucapnya H. Taslim.

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan dalam menuntut ilmu memerlukan kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para santri dalam menjalani kehidupan di pesantren serta membentuk karakter yang tangguh dan berakhlak mulia.

Di penghujung acara tersebut, pelukan terakhir menjadi momen paling emosional. Santri melambaikan tangan sambil berjalan memasuki asrama, sementara para orangtua berdiri sambil menatap dengan mata berkaca, menyerahkan harapan mereka kepada Allah dan lembaga mulia ini.

Minggu Soreh itu bukan sekadar hari biasa. Ia menjadi saksi akan lahirnya harapan baru di bumi Latemmamala, harapan yang dititipkan dalam doa, air mata, dan kepercayaan penuh kepada Ponpes Yasrib untuk mendidik generasi masa depan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!