ArtikelEdukasiOpiniPendidikanRagam

Kebahagiaan Paripurna Keluarga KBIHU Al-Ifadah Sukses Cetak Perwira TNI Dan Dokter

152
×

Kebahagiaan Paripurna Keluarga KBIHU Al-Ifadah Sukses Cetak Perwira TNI Dan Dokter

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti acara wisuda UIN Alauddin Makassar ketika putri dari keluarga besar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Ifadah resmi disematkan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked.) Kamis, (18/6/2026).

Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mengukir prestasi gemilang bagi seluruh keluarga besar KBIHU Al-Ifadah.

Mengusung konsep perjuangan dan dedikasi yang tinggi, perjalanan akademik Muflihah Sa’adah hingga meraih gelar sarjana kedokteran dinilai menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda, khususnya di lingkungan KBIHU Al-Ifadah.

Menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran dikenal membutuhkan fokus, kerja keras, dan ketahanan mental yang luar biasa. Di balik keberhasilan ini, terdapat perpaduan kuat antara usaha akademis yang gigih serta dukungan moral dan spiritual yang kental dari lingkungan KBIHU.

Perjalanan meraih gelar ini tidak dilalui dengan instan. Malam-malam panjang dihabiskan untuk membedah literatur medis, ujian demi ujian yang menguras energi, hingga tuntutan untuk selalu tampil prima. Namun, bagi Muflihah Sa’adah setiap rasa lelahnya selalu luruh ketika mengingat doa-doa yang dipanjatkan oleh orang tuanya di sela-sela kesibukan membimbing jemaah haji.

Momen wisuda ini bukan sekadar perayaan kelulusan akademik, melainkan pembuktian bahwa kerja keras yang dibersamai dengan rida orang tua dan kekuatan doa mampu mengetuk pintu keberhasilan tertinggi.

Sejak masa sekolah, putri pasangan H. Zainuddin Salim dan Hj. A. Asyurawati memang dikenal memiliki ketertarikan kuat di bidang sains dan kemanusiaan. Keputusannya mengambil jurusan kedokteran didasari oleh keinginan mulia untuk membantu sesama, sebuah nilai yang ia serap langsung dari lingkungan keluarganya yang aktif mengelola bimbingan ibadah haji dan umrah.

Sebagai putri yang tumbuh di lingkungan KBIHU Al-Ifadah—sebuah lembaga yang setiap tahunnya sibuk mengantarkan dan membimbing tamu-tamu Allah ke Baitullah— Muflihah selalu dikelilingi oleh atmosfer spiritual yang kental.

Keberhasilan penyematan gelar Sarjana Kedokteran ini disambut dengan rasa syukur dan sukacita yang luar biasa oleh seluruh pengurus dan jemaah KBIHU Al-Ifadah. Bagi lembaga, prestasi ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak yang tumbuh dan dididik dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai agama mampu bersaing dan bersinar di garda terdepan sains modern.

“Kami melihat sendiri bagaimana perjuangan ananda kami disematkan gelar S.Ked ini adalah hadiah terindah bagi kita semua. Ini membuktikan bahwa kesibukan mengejar ilmu duniawi, jika diniatkan untuk ibadah dan dibersamai dengan akhlak yang baik, akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT,” tutur sang ayah.

​Di sela-sela ucapan selamat yang mengalir deras dari kerabat dan jemaah KBIHU Al-Ifadah, H. Zainuddin Salim dan Hj. A. Asyurawati mengungkapkan rasa syukur yang teramat dalam. Kebahagiaan mereka kali ini terasa begitu genap, mengingat belum lama ini mereka juga baru saja menghadiri momen krusial yang tidak kalah membanggakan di ibu kota.

Setelah sebelumnya putra mereka dilantik sebagai Perwira Muda TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Jakarta, kini menyusul adiknya yang resmi menyandang gelar Sarjana Kedokteran. Tidak ada kata yang bisa mewakili rasa syukur kami kepada Allah SWT selain tetesan air mata ini.

Memiliki seorang putra yang siap mengabdi menjaga kedaulatan negara sebagai perwira tentara, dan seorang putri yang bersiap menyembuhkan sesama sebagai dokter, menjadi impian besar yang kini nyata digenggam oleh keluarga ini.

Prestasi gemilang yang ditorehkan oleh dua bersaudara ini langsung menjadi buah bibir dan teladan di lingkungan internal KBIHU Al-Ifadah. Inilah potret nyata dari keberhasilan mendidik anak di era modern tanpa kehilangan akar nilai-nilai religius.

Kisah dari keluarga KBIHU Al-Ifadah ini menjadi pengingat indah bagi kita semua bahwa, ketika rida orang tua dibersamai dengan kekuatan doa dan usaha yang tidak kenal lelah, maka tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi untuk digapai. Selamat atas kebahagiaan yang paripurna ini (*)







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!