WARTASULSELNEWS.COM — Warga MAN 1 Soppeng memperingati Hari Keanekaragaman Hayati dengan penuh semangat melalui rangkaian kegiatan edukatif, ekologis, dan partisipatif.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS yang rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai bentuk pembiasaan hidup sehat, peduli lingkungan, dan penguatan karakter warga madrasah. Minggu (24/5/2026).
Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati ini menjadi momentum penting bagi MAN 1 Soppeng untuk memperkuat implementasi Asta Protas Menteri Agama, khususnya pada aspek Ekoteologi.
Melalui pendekatan ekoteologi, warga madrasah diajak memahami bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab sosial dan ekologis, tetapi juga bagian dari nilai keimanan. Merawat bumi dipandang sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. atas anugerah kehidupan dan keberagaman makhluk ciptaan-Nya.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MAN 1 Soppeng. Dr. Musmuliadi, S.Ag.,M.Ag., Ia menegaskan bahwa madrasah harus menjadi pusat pembentukan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan kepedulian ekologis.
“Menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di muka bumi. Melalui Ekoteologi, kita ingin menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa merawat lingkungan, menjaga pohon, mengelola sampah, dan melestarikan keanekaragaman hayati adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” ungkapnya.
Setelah sambutan, seluruh warga madrasah melaksanakan deklarasi bersama untuk menjaga dan merawat bumi. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen MAN 1 Soppeng dalam membangun budaya madrasah yang sehat, hijau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh siswa sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama A. Husunuddin Hizbi, A.Md. Ak., Direktur Bank Sampah Induk dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng.
Dalam sesi tersebut, peserta didik mendapatkan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah, budaya memilah sampah, serta peran generasi muda dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penaburan benih ikan nila di kolam MAN 1 Soppeng sebagai bentuk edukasi ekologi berbasis praktik. Kegiatan ini mengajarkan peserta didik tentang pentingnya menjaga ekosistem air, memanfaatkan lingkungan madrasah secara produktif, serta memahami hubungan antara manusia, alam, dan keberlanjutan kehidupan.
Warga madrasah juga melaksanakan aksi penanaman pohon bersama sebagai gerakan kolektif untuk memperkuat lingkungan hijau madrasah. Aksi ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan tidak cukup hanya melalui teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, konsisten, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan, MAN 1 Soppeng juga menghadirkan ruang interaksi publik yang menjadi sarana edukasi dan kampanye pelestarian keanekaragaman hayati bagi siswa dan warga madrasah. Ruang ini diharapkan menjadi media pembelajaran kontekstual agar peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Soppeng meneguhkan diri sebagai madrasah yang mendukung gerakan Adiwiyata dan implementasi Asta Protas Menteri Agama melalui penguatan Ekoteologi. Dari madrasah, lahir generasi yang beriman, sehat, cerdas, ceria, serta memiliki kesadaran ekologis untuk menjaga kehidupan hari ini dan masa depan.


















