WARTASULSELNEWS.COM – Dibalik setiap akad nikah yang khidmat, nasihat keluarga yang menenangkan, hingga upaya merawat keharmonisan masyarakat, ada peran besar seorang penghulu. Dari pelaminan sederhana di desa hingga ruang pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA), para penghulu menjadi Saksi lahirnya keluarga-keluarga baru yang menjadi fondasi kehidupan umat.
Untuk memperkuat peran strategis tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Kegiatan Peningkatan Kompetensi Penghulu Tahun 2026 di Hotel W Three Premier Makassar, 10–12 April 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Penghulu Profesional Berintegritas untuk Layanan Keagamaan Berdampak” ini diikuti 40 peserta, terdiri dari penghulu yang juga menjabat Kepala KUA, pengurus PW APRI Sulawesi Selatan, serta unsur Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, dalam Arahnya menegaskan bahwa penghulu bukan sekadar petugas penacatan pernikahan, tetapi juga figur yang menjaga nilai-nilai kehidupan keharmonisan keluarga dan masyarakat.
“Penghulu adalah wajah pelayanan Kementerian Agama di tengah masyarakat. Dari tangan para penghulu lahir keluarga-keluarga baru yang menjadi landasan peradaban. Karena itu integritas, kompetensi, dan kepekaan sosial seorang penghulu harus terus diperkuat agar layanan keagamaan benar-benar memberi dampak bagi umat,” ujar H. Ali Yafid.
Menurutnya, seorang penghulu harus memiliki kompetensi yang utuh, mulai dari kemampuan teknis kepenghuluan, kompetensi manajerial, hingga kompetensi sosial di tengah masyarakat.
“Kepala KUA dan penghulu adalah orang-orang pilihan. Mereka harus kuat dalam ilmu agama, kuat dalam administrasi, kuat dalam penguasaan hukum, dan kuat dalam kompetensi sosial. Jika semua ini dimiliki, maka pelayanan kepada masyarakat akan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ali Yafid juga menekankan bahwa KUA memiliki peran strategis dalam berbagai isu sosial keagamaan, seperti pencegahan pernikahan dini, pemeliharaan bimbingan perkawinan, hingga pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat, wakaf, fidyah, dan potensi sosial keagamaan lainnya.
Selain peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian Anugerah Layanan KUA kepada sejumlah KUA di Sulawesi Selatan yang dinilai memiliki inovasi dan kualitas layanan terbaik. Salah satunya KUA Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. (AB/RIZ)




















