WARTASULSELNEWS.COM – Tim Qasidah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menyatakan kesiapan penuh untuk bertarung dan membawa harum nama daerah di ajang bergengsi Festival Qasidah Nasional PPSQ 2026. Kontingen asal Bumi Latemmamala ini dijadwalkan tampil pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Di bawah asuhan Ketua BKMT Kabupaten Soppeng, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., serta dipimpin langsung oleh Ketua Rombongan Hj. A. Hasmiati Mapparemma, para peserta telah menjalani serangkaian latihan intensif guna mengasah harmoni vokal, irama rebanah, dan ketepatan koreografi.
Ketua BKMT Kabupaten Soppeng, Dr. Hj. Andi Adawiah mengatakan, keikutsertaan kontingen Soppeng pada ajang tingkat nasional ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan juga wadah syiar Islam serta ajang silaturahmi antar-majelis taklim se-Indonesia.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sulawesi Selatan agar para anggota tim diberikan kesehatan, kelancaran, serta dapat memberikan penampilan terbaik di panggung nasional nanti,” ujar Dr. Hj. Andi Adawiah.
Sementara itu, Ketua Rombongan Hj. A. Hasmiati Mapparemma menambahkan bahwa semangat kekeluargaan dan kedisiplinan menjadi kunci utama kesiapan tim saat ini. Segala persiapan logistik, mental, hingga materi pentas telah dipatangkan agar para peserta dapat tampil rileks namun tetap tampil maksimal.
“Semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kedisiplinan menjadi kunci utama perjuangan kami. Kami datang bukan hanya membawa nama BKMT, tetapi membawa kehormatan dan martabat daerah. Insyaallah, dengan niat yang lurus untuk syiar, para peserta akan tampil lepas, percaya diri, dan menyuguhkan yang terbaik untuk daerah tercinta,” ungkap Hj. A. Hasmiati Mapparemma.
Dukungan dan doa masyarakat Sulawesi Selatan terus mengalir deras. Harapan besar tertumpang di pundak Tim Qasidah BKMT Soppeng agar dentuman nada-nada religi yang mereka lantunkan mampu menggema di panggung nasional, memperharum nama Kabupaten Soppeng, serta terus menginspirasi generasi muda dalam melestarikan seni budaya qasidah di Indonesia.






















