WARTASULSELNEWS.COM — Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (DPC PATELKI) Kabupaten Soppeng bersama MA PP Yasrib Lapajung menggelar kegiatan cek golongan darah dan skrining scabies gratis bagi para santri, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Popes Yasrib dengan bertujuan membantu pendataan golongan darah santri sebagai database kesehatan pesantren sekaligus mendeteksi secara dini penyakit scabies atau kudis yang kerap ditemukan di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Madrasah Aliyah PP. Yasrib Lapajung dengan DPC PATELKI Kabupaten Soppeng sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelayanan dan edukasi kesehatan di lingkungan pesantren.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua DPC PATELKI Soppeng, Mega Selvia, Amd.AK. Ia menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak madrasah dalam membangun kerja sama di bidang kesehatan serta pentingnya pemeriksaan kesehatan dasar bagi santri.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri, terutama dalam membantu pendataan kesehatan dan pencegahan penyakit sejak dini,” ujarnya.
Sementara Kepala Madrasah Aliyah (MA) PP. Yasrib Lapajung, Drs Muhammad Hilmi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DPC PATELKI Soppeng atas kepedulian dan kontribusinya terhadap kesehatan santri Yasrib.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting karena kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam menunjang proses belajar dan pembinaan santri di lingkungan pesantren.
Ia berharap kerja sama yang telah dibangun melalui penandatanganan MoU dapat terus berlanjut dalam berbagai program kesehatan lainnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh para santri, serta dihadiri guru dan tenaga kependidikan MA Yasrib Lapajung, dan anggota DPC PATELKI Kabupaten Soppeng. Pemeriksaan dilakukan secara tertib dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, MA PP. Yasrib Lapajung kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, peduli, dan responsif terhadap kesehatan santri.


















