WARTASULSELNEWS.COM – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan mulai melaksanakan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pelaksanaan manasik haji tersebut diawali di Kabupaten Barru dan dipusatkan di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Barru, yang sekaligus menjadi kantor Kemenhaj setempat, Senin (26/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel H. Ikbal Ismail, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Barru H. Muh. Ridwan, serta pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Basmalah Barru.
Dalam sambutannya, Ikbal Ismail menegaskan pentingnya peran aktif KBIHU dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada jamaah haji sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
“KBIHU memiliki peran yang sangat strategis dalam mempersiapkan jamaah, terutama dalam aspek pemahaman manasik. KBIHU Basmalah Barru, misalnya, merencanakan pelaksanaan manasik hingga kurang lebih 15 kali,” ucap Ikbal Ismail.
Ikbal yang juga mantan Kepala UPT Asrama Haji Makassar tersebut menjelaskan bahwa kebijakan penetapan keberangkatan jamaah haji saat ini tidak lagi berbasis wilayah geografis (provinsi), melainkan menggunakan pendekatan antrean nasional.
“Keberangkatan jamaah haji tidak lagi ditentukan berdasarkan provinsi, tetapi berdasarkan antrean nasional atau lamanya masa pendaftaran, sehingha saat ini daftar tunggu haji secara nasional mencapai sekitar 26 tahun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Barru H. Muh. Ridwan menyampaikan kuota haji Kabupaten Barru pada musim haji 2026 sebanyak 135 orang.
“Kuota jamaah haji Kabupaten Barru tahun ini sebanyak 135 orang. Namun dengan adanya tambahan kuota lansia serta mutasi masuk dari luar daerah, total jamaah yang akan berangkat menjadi 155 orang,” jelas Ridwan.
Usai melaksanakan manasik haji di Kabupaten Barru, Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel melanjutkan agenda kedinasannya ke Kota Parepare untuk melaksanakan kegiatan bimbingan manasik haji.
Di hadapan sekitar 90 jamaah haji Kota Parepare, Ikbal Ismail mengimbau agar seluruh jamaah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Kepesertaan BPJS sangat penting sebagai bentuk perlindungan bagi jamaah haji. Oleh karena itu, kami mengimbau agar seluruh jamaah haji terdaftar sebagai peserta BPJS demi keamanan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ikbal Ismail juga kembali menekankan pentingnya sinergi antara KBIHU dan Kemenhaj di tingkat daerah dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada jamaah.
“Kami berharap KBIHU dapat terus bersinergi dengan Kemenhaj, khususnya dalam membantu pembinaan jamaah di tingkat kecamatan, agar pelayanan haji dapat berjalan secara optimal,” tegasnya.
Kegiatan manasik haji di Kota Parepare tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kemenhaj Kota Parepare H. La Jami. (AB)















