WARTASULSELNEWS. COM – Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kepemimpinan kolektif dan kerja tim dalam tata kelola Kementerian Agama. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan peluncuran Aksi Eco Pesantren di GOR Pesantren Al Ikhlas Ujung, Kabupaten Bone, Rabu (7/1/2026).
Menurut Menteri Agama, tantangan birokrasi dan pelayanan keagamaan ke depan tidak dapat dihadapi dengan pendekatan individual, melainkan membutuhkan sinergi dan pemberdayaan seluruh unsur organisasi, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Yang dibutuhkan sekarang bukan superman, tetapi super team. Pemimpin harus mampu memberdayakan dan mengelola, bukan mengerjakan semuanya sendiri,” tegas Nasaruddin Umar.
Ia menambahkan, kepemimpinan kolektif menjadi kunci dalam menjaga efektivitas program dan keberlanjutan kinerja Kementerian Agama.
“Kepemimpinan hari ini menuntut kemampuan membangun komunikasi dan jejaring kerja, baik secara vertikal maupun horizontal. Tanpa itu, program sebaik apa pun tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Kegiatan Rakerwil tersebut dihadiri Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, para pejabat administrator, pimpinan satuan kerja, kepala KUA, kepala madrasah, serta pimpinan pondok pesantren. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 700 orang.
Dalam arahannya, Menteri Agama juga mengapresiasi capaian Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan selama satu tahun terakhir yang dinilainya cukup membanggakan di tingkat nasional. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap mawas diri dalam menjaga kinerja dan integritas.
“Prestasi patut disyukuri, tetapi jangan membuat kita lengah. Integritas dan pelayanan yang berkualitas harus terus dijaga,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Menag meluncurkan Aksi Eco Pesantren sebagai bagian dari penguatan ekoteologi, yaitu pendekatan keagamaan yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup berbasis nilai-nilai iman dan keberlanjutan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memaparkan sejumlah capaian strategis Kemenag Sulsel. Di antaranya peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama yang mencapai angka 82,3, serta berbagai penghargaan nasional di bidang pendidikan madrasah, layanan keagamaan, pesantren, dan keterbukaan informasi publik.
Rakerwil Kemenag Sulsel menjadi forum konsolidasi dan evaluasi kinerja, sekaligus penguatan arah kebijakan pelayanan keagamaan di Sulawesi Selatan ke depan.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penanaman bibit pohon di sekitar area pensantren oleh Menag bersama jajaran pejabat. Penanaman ini menandai dilaunchingnya secara resmi aksi eco pesantren, dimana kegiatan serupa akan dilakukan di sejumlah pesantren di Sulsel. (AB)
























