WAJO – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Supriadi Arif , secara resmi melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Penanganan Preservasi Jalan Paket 4 melalui skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2027, di Kabupaten Wajo, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan tersebut menandai komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan di berbagai wilayah strategis.
“Hari ini saya menghadiri secara langsung groundbreaking pelaksanaan Preservasi Jalan Paket 4 MYC yang dilaksanakan di Kabupaten Wajo. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal dari sebuah perjuangan yang akhirnya berbuah nyata bagi masyarakat, ” ujar Supriadi.
Supriadi menjelaskan bahwa proses menghadirkan paket jalan ini tidaklah singkat. Berangkat dari berbagai pembahasan di tingkat provinsi, melalui rapat-rapat komisi, sinkronisasi program, hingga pengawalan anggaran yang sangat terbatas di Sulawesi Selatan, kami terus mendorong agar Kabupaten Wajo tetap menjadi prioritas.
“Saya secara konsisten memperjuangkan paket preservasi jalan ini agar tidak tergerus oleh keterbatasan fiskal dan tetap masuk dalam skema pembangunan strategis provinsi, ” ucapnya.
Khusus Paket 4, proyek ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp 600miliar dengan gabungan Soppeng, Bone dan Barru. Sedangkan khusus Kabupaten Wajo kurang lebih Rp280 Miliar.
Menurutnya, pelaksanaan proyek MYC diharapkan mampu meningkatkan kemantapan jalan provinsi, terutama pada ruas dengan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tinggi serta kawasan yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Alhamdulillah, setelah melewati berbagai tahapan dan dinamika kebijakan, hari ini tujuan yang sebenarnya tercapai, Kabupaten Wajo, daerah yang kita cintai, akhirnya mendapatkan perbaikan infrastruktur jalan. Jalan yang lebih baik bukan hanya soal aspal, tetapi tentang akses ekonomi, keselamatan masyarakat, dan masa depan pembangunan daerah, ” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Supriadi Arif juga mengajak pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.
“Sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, saya memandang perjuangan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat Wajo. Groundbreaking hari ini menjadi pengingat bahwa setiap proses yang diperjuangkan dengan niat tulus, kerja keras, dan konsistensi, pada akhirnya akan sampai pada hasil yang nyata, ” pungkasnya.
























