WARTASULSELNEWS.COM – Berkah di Hari Santri Nasional 2025 menjadi momentum penuh makna bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng.
Di tengah semangat santri yang terus berkhidmat dalam ilmu dan amal, MAN 1 Soppeng kembali menorehkan sejarah gemilang dengan meraih Juara Umum pada ajang Lomba Peneliti Belia (LPB) Sulsel 2025.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Center for Young Scientists (CYS) bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia serta Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Dalam ajang ilmiah yang diikuti oleh ratusan pelajar tingkat SMA/MA/SMK/SMP/MTs se-Sulawesi Selatan ini, MAN 1 Soppeng tampil luar biasa dengan memborong 13 penghargaan di berbagai bidang penelitian.
Adapun rincian prestasi yang diraih yaitu: 2 Tim Juara 1, 2 Tim Juara 2, 3 Tim Juara 3, 2 Tim Harapan 1, dan 4 Tim Harapan 2. Capaian spektakuler ini menobatkan MAN 1 Soppeng sebagai Juara Umum LPB Sulsel 2025, sekaligus memastikan dua tim terbaiknya melaju ke Lomba Peneliti Belia Nasional 2025 yang akan digelar pada 3–4 Desember 2025 di Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Gading Serpong, Tangerang.
Capaian prestasi luar biasa ini semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025. Semangat “Mengawal indonesia Merdeka Menuju peradaban dunia” seolah menjelma dalam wujud para peneliti muda madrasah yang tidak hanya berzikir, tetapi juga berpikir; tidak hanya berdoa, tetapi juga berkarya.
Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah, ini adalah berkah di Hari Santri. Kemenangan ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga bentuk jihad intelektual santri masa kini. Para siswa telah menunjukkan bahwa santri madrasah tidak kalah dalam berpikir kritis, meneliti, dan menghasilkan inovasi. Mereka adalah generasi ilmuwan muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing global,” ungkapnya penuh rasa haru. Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras para guru pembimbing riset, dukungan penuh madrasah, dan komitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kemampuan ilmiah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat,” tambahnya.
Kompetisi ini menjadi pintu seleksi menuju berbagai ajang internasional seperti International Conference of Young Scientists (ICYS), Asia Pacific Conference of Young Scientists (APCYS), dan International Conference of Young Social Scientists (ICYSS) tahun 2026 di Mongolia, Thailand, dan Serbia.
Sebagai Juara Umum tingkat provinsi, MAN 1 Soppeng kini bersiap untuk tampil di tingkat nasional pada Desember mendatang di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang.
























