News

​In Memoriam H. Syukri Bin AGH. Arsyad Lannu:  Catatan Kenangan oleh Dr. H. Andi Muhammad Akmal

439
×

​In Memoriam H. Syukri Bin AGH. Arsyad Lannu:  Catatan Kenangan oleh Dr. H. Andi Muhammad Akmal

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – ​Kamis, 29 Oktober 2026. Langkah kaki saya baru saja tiba di Makassar usai mengantar putri tercinta, Nak A. Ahla Naylah, melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo. Namun, sambutan pagi itu diwarnai deretan pesan duka di layar ponsel. Beranda media sosial dipenuhi ucapan belasungkawa atas wafatnya Bapak H. Syukri, S.Ag, putra dari almarhum Anre Gurutta Arsyad Lannu (pimpinan legendaris Pesantren DDI Pattojo pada masanya).

​Segera saya panjatkan doa terbaik untuk almarhum, disusul pesan belasungkawa kepada sang istri tercinta, Hj. Yuniar Sakka, S.Pd.I (Aji Nuni), beserta seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.

Kebetulan ini seketika membawa ingatan saya kembali pada rekam jejak kebersamaan dengan beliau dalam berbagai momentum pengabdian.

Almarhum adalah purna bakti PNS Kantor Departemen Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng akhir tahun 2007, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Penyelenggara Zakat Wakaf (Garazawa). Saya sendiri mula-mula bergabung sebagai PNS di Kantor Depag Soppeng pada pertengahan tahun 2005, hasil mutasi dari Kantor Depag Masamba, Luwu Utara.

Kenangan paling berkesan terjadi pada tahun 2006 saat saya diamanahkan sebagai Kepala KUA Kecamatan Liliriaja, Soppeng. Saat itu, H. Syukri menghubungi saya untuk mengikuti Diklat Nazir Wakaf di Balai Diklat Makassar sebagai utusan resmi Depag Soppeng, berbekal surat tugas dari Kepala Kantor Depag saat itu, Drs. H. Iskandar Fellang, M.Pd.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Garazawa, ia dikenal sangat aktif dan telaten. Ia tak henti berkoordinasi dengan para Kepala KUA se-Kabupaten Soppeng untuk mendata titik-titik tanah wakaf: apakah sudah mengantongi Akta Ikrar Wakaf (AIW), apakah telah memiliki sertifikat resmi, bagaimana progres perkembangannya, hingga memastikan fungsi Nazir berjalan optimal. Begitu pula dalam hal potensi zakat, tertib administrasi, pelaporan, hingga pemberdayaannya.

​Selepas purna bakti, dedikasi nya tidak lantas surut. H. Syukri mendedikasikan waktunya sebagai Pengurus Yayasan di Pesantren DDI Pattojo serta Pengurus Masjid Jami Raudhatul Muflihin Pattojo, Desa Rompegading, Kecamatan Liliriaja. Bersama sang istri, Hj. Nuni, ia juga aktif membantu dan memfasilitasi masyarakat Soppeng yang berniat menunaikan ibadah Umrah dan Haji melalui perwakilan Travel Ananda Nurul Haramain.

​Interaksi kami terus berlanjut dalam berbagai kegiatan manasik haji dan umrah, majelis taklim di Masjid Raodhatul Muflihin Pattojo, hingga memantau progres akademik putri beliau, Hj. Sukyunia, S.Pd., M.Pd., yang dulu sempat menjadi mahasiswa saya di STAI Al-Ghazali Soppeng.

Setiap kali berjumpa, almarhum selalu memancarkan kehangatan lewat budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa) yang berakar kuat, dilengkapi kelakar khas dan intermeso yang mencairkan suasana. Semangat serta akhlak keagamaannya tetap terpatri kokoh, buah dari didikan dan tempaan langsung sang ayahanda tercinta, Almarhum AGH. Arsyad Lannu (Gurutta Masse).

H. Syukri lahir pada tahun 1951 dan berpulang ke rahmatullah di Pattojo pada usia 75 tahun. Lebih menenangkan lagi, beliau berpulang dalam husnul khatimah, usai menunaikan ibadah umrah bersama istri dan putri tunggalnya.

​Selamat jalan, Bapak H. Syukri, S.Ag.

Semoga Allah SWT menempatkan Almarhum di tempat terbaik dan termulia di sisi-Nya, serta senantiasa menganugerahkan kesabaran dan keikhlasan bagi keluarga yang ditinggalkan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!