MAKASSAR — Sebanyak 164 pejabat fungsional lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan resmi dilantik dan diambil sumpahnya, Rabu (28/10/2026). Dari total tersebut, enam orang di antaranya merupakan penyuluh agama asal Kabupaten Soppeng yang berhasil naik jenjang jabatan.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulsel ini dipimpin langsung oleh Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid. Adapun rincian pejabat fungsional yang dilantik secara keseluruhan terdiri atas 76 Penyuluh Agama Ahli Madya, 73 Penyuluh Agama Ahli Muda, serta sejumlah pejabat fungsional dari unsur guru, penghulu, pengawas sekolah, analis SDM aparatur, dan pranata komputer.
Berikut nama ke Enam Penyuluh Agama Kabupaten Soppeng di lantik dan di Ambil Sumpahnya Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional
1. Muhammad Mashudi Ismail, S.Pd.I, Muda Tingkat I / III/b Penyuluh Agama Ahli Muda Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng
2. Muh Wardi HM, S.Pd.I Penata Muda Tingkat I / III/b Penyuluh Agama Ahli Muda Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng
3. Fitriyani, S.Ag, Penyuluh Agama Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng
4. Aszriana AB, S.Ag, M.Pd.I Penata Tingkat I / III/d Penyuluh Agama Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng.
5. Muhammad Ruswadi, S.Ag Penata Tingkat I / III/d Penyuluh Agama Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng.
6. Mustafa, S.Ag
Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid dalam arahannya menegaskan bahwa kenaikan jenjang jabatan bukanlah sekadar pencapaian karier, melainkan sebuah kesempatan emas untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
”Peluang mengembangkan karier ini harus dimanfaatkan dengan terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan kinerja yang lebih baik. Silakan teman-teman berinovasi untuk memajukan dirinya,” pesan Ali Yafid.
Ia juga menekankan agar peningkatan jenjang jabatan ini diiringi dengan perubahan pola pikir dan semangat kerja. Jabatan yang lebih tinggi, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri, melainkan motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.
Selain kompetensi, integritas dan amanah disebut sebagai nilai utama yang wajib dijaga oleh setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag. Terutama bagi para penyuluh agama, guru, dan penghulu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, keteladanan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
”Kalau orang sadar dengan sendirinya, mau ada pimpinan atau tidak ada, pekerjaannya tetap selesai dan bisa dipertanggungjawabkan. Itu yang harus kita lakukan,” tegasnya.
Ali Yafid turut mendorong adanya transformasi di lingkungan kerja melalui digitalisasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kolaborasi. Aparatur diminta berani meninggalkan pola kerja yang monoton dan beralih ke cara kerja yang lebih efektif, inovatif, serta responsif terhadap kebutuhan publik.
Menutup arahannya, ia mengingatkan bahwa rasa syukur atas pencapaian karier harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
”Syukur itu sudah mengucapkan Alhamdulillah, sudah tembus dengan hatinya, tapi juga sudah dirasakan oleh orang lain,” pungkasnya.
Melalui momentum ini, para pejabat fungsional, khususnya dari Kabupaten Soppeng, diharapkan semakin memperkuat komitmen pengabdian, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan terbaik dan inovatif bagi masyarakat.














