DaerahEdukasiKemenagNasionalPendidikan

Profil Prof Sitti Asiqah Usman, Alumni DDI Pattojo yang Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Makassar

249
×

Profil Prof Sitti Asiqah Usman, Alumni DDI Pattojo yang Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Makassar

Share this article

WARTASULSEL,GOWA — Kabar membanggakan menyelimuti dunia pendidikan tinggi Islam. Prof. Dr. Hj. Sitti Asiqah Usman Ali, Lc., M.Th.I., akademisi asal Kabupaten Soppeng, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Hadis Gender pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

​Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut digelar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, Selasa (29/9/2026).

​Dalam pidato pengukuhannya, sosok ilmuwan berusia 52 tahun tersebut menyampaikan orasi ilmiah berjudul “REINTERPRETASI HADIS GENDER: Prinsip Kesalingan dalam Kerukunan Berkeluarga”.

​Ia menekankan pentingnya pembacaan serta pemahaman ulang terhadap teks-teks hadis secara komprehensif dan proporsional. Langkah reinterprestasi ini dinilai krusial untuk menguatkan prinsip kesalingan (mubadalah) guna memelihara keharmonisan rumah tangga di era modern.

Pencapaian akademis tertinggi yang diraih Prof. Sitti Asiqah tidak lepas dari rekam jejak panjang perjalanan keilmuannya yang berakar kuat dari dunia pesantren hingga perguruan tinggi Islam terkemuka di luar negeri.

​Perempuan yang lahir di Maccini, Kabupaten Soppeng pada 16 Januari 1974 ini mengawali pendidikan dasarnya di SDN 72 Anranga’E (lulus 1986). Akar keilmuan Islamnya kian terpatri kuat saat menimba ilmu di MTs Pondok Pesantren DDI Pattojo Soppeng (lulus 1989) dan MA Putri Ponpes DDI Mangkoso (lulus 1993).

​Dahaga akan keilmuan hadis membawa langkahnya bertolak ke Timur Tengah. Ia berhasil menyabet gelar License (Lc.) dari Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadis dan Ulumul Hadis Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir pada 1998.

​Tak berhenti di situ, sepulangnya ke tanah air, Sitti Asiqah menuntaskan program Magister (2010) dan Doktoral (2020) di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dengan konsentrasi keahlian yang sama.

Pengukuhan ini membawa gelombang kebanggaan yang meluas. Keberhasilan akademisi yang mengawali kariernya sebagai dosen FDK UIN Alauddin ini disambut hangat oleh segenap civitas akademika, almamater besar Pesantren DDI, hingga masyarakat Kabupaten Soppeng.

​Lahirnya seorang pakar ilmu hadis gender perempuan ini menjadi bukti nyata bahwa kedalaman tradisi pesantren dan tradisi akademik global mampu melahirkan figur intelektual yang memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!