WARTASULSELNEWS.COM – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Gazali Soppeng lagi-lagi didorong untuk segera melakukan alih status dan bertransformasi menjadi institut. Demikian ditegaskan Sekretaris Kopertais Wilayah VIII, Dr. K.H. Nur Taufiq Sanusi Baco, M.Ag, saat memberi orasi ilmiah pada acara Wisuda Sarjana STAI Al-Gazali Soppeng yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Minggu (27/9/2026).
Dalam orasi ilmiahnya, Dr. K.H. Nur Taufiq Sanusi Baco, M.Ag menyampaikan apresiasi atas keberhasilan civitas akademika STAI Al-Gazali Soppeng yang telah konsisten menunaikan amanah dalam mencetak lulusan sarjana. Meski demikian, ia menekankan agar STAI Al-Gazali Soppeng tidak berhenti di tempat dan segera menyusul langkah transformasi perguruan tinggi Al-Gazali lainnya di Sulawesi Selatan.
”Dari lima STAI Al-Gazali yang ada di Sulsel yaitu Makassar, Bone, Bulukumba, Barru, dan Soppeng, baru Al-Gazali Bulukumba yang sudah saya keluarkan rekomendasinya untuk beralih bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut,” ujar Dr. K.H. Nur Taufiq Sanusi Baco, M.Ag di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Ia menjelaskan, secara kualifikasi tenaga pendidik dan program studi, STAI Al-Gazali Soppeng sebenarnya telah melampaui standar minimal yang diatur dalam KMA Nomor 15 Tahun 2023. Saat ini kampus kita telah membina 5 program studi (dari syarat minimal 4), serta memiliki jumlah dosen bergelar Doktor dan berjabatan Lektor yang sudah mencukupi.
Namun, kendala utama yang masih mengganjal proses alih status tersebut berada pada jumlah mahasiswa aktif. Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA), sebuah sekolah tinggi setidaknya harus memiliki 480 mahasiswa aktif untuk bisa berubah menjadi institut. Sementara itu, STAI Al-Gazali Soppeng saat ini baru mencatatkan 380 mahasiswa aktif, sehingga masih kekurangan 100 mahasiswa.
Menanggapi hal itu, Putra Almarhum Anre Gurutta Sanusi Baco ini mengajak seluruh elemen kampus, dosen, hingga alumni untuk saling bahu-membahu menutupi kekurangan tersebut.
”Persoalan kekurangan 100 mahasiswa ini sebenarnya mudah jika semua elemen bekerja sama. Dosen, khususnya yang sudah tersertifikasi, memiliki tanggung jawab moral untuk membantu perguruan tinggi merekrut mahasiswa baru. Para alumni dan wisudawan hari ini juga diharapkan dapat mengajak keluarga dan kerabatnya untuk kuliah di sini. Kuncinya ada pada kemauan kita bersama untuk membesarkan almamater,” tegasnya.
Rangkaian acara wisuda sarjana tersebut berlangsung khidmat hingga akhir acara. Civitas akademika STAI Al-Gazali Soppeng optimistis momentum wisuda ini dapat menjadi pemicu semangat untuk memenuhi kuota mahasiswa dan mewujudkan target transformasi kampus menjadi institut dalam waktu dekat.














