WARTASULSELNEWS.COM, SOPPENG — Keseriusan Pondok Pesantren (Ponpes) Pertanian NU Sering dalam mengawinkan pendidikan agama, kemandirian pangan, dan tata kelola pendidikan formal kembali teruji.
Ponpes yang dikenal dengan konsep pemberdayaan santri berbasis agrobisnis ini menerima kunjungan resmi dari Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM). Rabu (26/08/2026).
Kedatangan tim asesor ini bertujuan untuk melakukan visitasi dan verifikasi kelayakan mutu pendidikan di lingkungan pesantren. Tidak hanya memeriksa berkas administrasi dan dokumen kurikulum, tim asesor juga diajak melihat langsung bagaimana integrasi antara pembelajaran kitab kuning dan sistem pendidikan modern yang berpadu harmonis dengan aktivitas pertanian terpadu di area pesantren.
Pimpinan Ponpes Pertanian NU Sering, H. Ma’ruf mengungkapkan bahwa kehadiran Tim Asesor BAN-PDM ini menjadi lecutan semangat bagi seluruh pengelola, ustadz, dan santri untuk terus membenahi serta meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, proses akreditasi ini bukan sekadar mengejar status, melainkan bentuk pertanggungjawaban publik pesantren terhadap mutu pembelajaran yang diberikan.
”Kami menyambut proses visitasi ini dengan rasa syukur dan keterbukaan. Apa yang dievaluasi oleh tim asesor akan menjadi acuan penting bagi kami untuk terus menyempurnakan kurikulum, fasilitas, serta metode pembelajaran. Kurikulum pesantren kami dirancang agar santri tak hanya menguasai ilmu agama dan keterampilan tani, tetapi juga kuat secara akademis,” ungkap H. Ma’ruf.
Sementra Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., hadir langsung mendampingi seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, H. Afdal berharap agar proses visitasi ini berjalan lancar dan menghasilkan predikat akreditasi terbaik yang mampu mencerminkan kualitas pembelajaran sejati di Ponpes Pertanian NU Sering.
”Kami sangat menyambut baik kedatangan Tim Asesor BAN-PDM. Besar harapan kami, hasil akreditasi ini nantinya bukan sekadar formalitas penilaian di atas kertas, melainkan menjadi legitimasi atas mutu pendidikan yang terus meningkat di pesantren ini,” ujar H. Afdal.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa akreditasi ini menjadi pijakan penting dalam mendongkrak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
“Kemenag Soppeng berharap Ponpes Pertanian NU Sering bisa menjadi role model bagi lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Soppeng—membuktikan bahwa dari pesantren berbasis pertanian, lahir santri yang tidak hanya unggul secara spiritual dan terampil berwirausaha, tetapi juga memiliki standar akademik yang diakui secara nasional,” tambahnya.
Tim Asesor BAN-PDM memberikan apresiasi atas inovasi lingkungan belajar di pesantren tersebut. Atmosfer ruang kelas yang dipadukan dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sarana praktik pertanian dinilai menjadi nilai tambah dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik.
Kegiatan visitasi ditutup dengan peninjauan sarana prasarana serta sesi diskusi bersama para pengelola pesantren. Seluruh keluarga besar Ponpes Pertanian NU Sering optimistis hasil evaluasi ini akan membawa angin segar bagi kemajuan dan pengakuan mutu pendidikan pesantren di Kabupaten Soppeng.
Turut hadir membersamai Ketua Komite Ponpes Pertanian NU Sering, Hj. Insana., S.Pd.,SD, Pembina Pondok Pesantren, Drs. Kulasse serta Pengawas Pendamping.



























