WhatsApp Image 2026-08-04 at 21.20.01
previous arrow
next arrow


DaerahEdukasiNasionalPendidikan

Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional, MAN 1 Soppeng Disambangi Tim DLH Sulsel

42
×

Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional, MAN 1 Soppeng Disambangi Tim DLH Sulsel

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM — Langkah MAN 1 Soppeng untuk meraih predikat Adiwiyata Nasional makin mantap. Pada Rabu (19/8/2026), madrasah ini kedatangan Tim Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjalani proses pendampingan intensif.

​Hadir langsung dalam kegiatan tersebut dua perwakilan DLH Provinsi Sulsel, yakni Oktafin Pali (Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan) dan Fitriani (Penelaah Teknis Kebijakan).

​Pendampingan ini menjadi momen krusial untuk mematangkan kesiapan MAN 1 Soppeng sebelum memasuki tahapan penilaian Adiwiyata Nasional. Bukan sekadar mengecek tumpukan berkas administrasi dan evidence, tim pendamping turun langsung memastikan bahwa Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) benar-benar membumi dan menjadi karakter harian seluruh warga madrasah.

 

​Dalam sesi verifikasi, tim pendamping mencermati tiap jengkal kesiapan madrasah. Mulai dari kebersihan dan sanitasi, manajemen pengelolaan sampah, penghijauan dan keanekaragaman hayati, hingga efisiensi konservasi air dan energi.

​Tak hanya itu, integrasi isu lingkungan ke dalam kurikulum pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kebijakan strategis madrasah juga tak luput dari perhatian. Diskusi interaktif pun terbangun antara Tim DLH Sulsel dan Tim Adiwiyata MAN 1 Soppeng untuk memetakan kekuatan serta mengevaluasi poin-poin yang masih perlu disempurnakan.

​”Keberhasilan program lingkungan tidak cukup ditunjukkan melalui dokumen dan foto kegiatan semata. Keberhasilan yang sebenarnya terlihat dari perubahan perilaku warga madrasah dan dampak nyata pada lingkungan sekitar,” tegas Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A.

​Musmuliadi menekankan bahwa perjuangan menuju Adiwiyata Nasional bukan sekadar ajang berburu trofi atau penghargaan.

​”Target kita memang Adiwiyata Nasional, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai kepedulian lingkungan ini mengakar menjadi budaya. Bahkan setelah penilaian selesai nanti, kebiasaan menghemat energi, mengelola sampah, dan merawat tanaman harus tetap berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kehadiran Oktafin Pali dan Fitriani memberikan sudut pandang objektif bagi MAN 1 Soppeng. Keduanya memastikan adanya benang merah yang berkesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga tindak lanjut dari tiap program lingkungan yang digulirkan.

​Menyikapi berbagai masukan, koreksi, dan rekomendasi dari tim provinsi, pihak MAN 1 Soppeng menyambutnya dengan optimis. Seluruh catatan evaluasi akan segera ditindaklanjuti demi menyempurnakan kesiapan madrasah mengamankan gelar Adiwiyata Nasional. (MS) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!