WhatsApp Image 2026-08-04 at 21.20.01
previous arrow
next arrow


DaerahKemenag

Ecotheology Berbuah Prestasi, MAN 1 Soppeng Raih Eco School Utama 2026

172
×

Ecotheology Berbuah Prestasi, MAN 1 Soppeng Raih Eco School Utama 2026

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Komitmen MAN 1 Soppeng dalam membangun pendidikan berwawasan lingkungan kembali membuahkan hasil manis. Berkat konsistensi menerapkan konsep Ecotheology (Ekoteologi) sebagai program strategis, MAN 1 Soppeng resmi menganugerahi Penghargaan Eco School Utama – Sekolah Ramah Lingkungan Tahun 2026 dari Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Lingkungan Hidup.

Penghargaan tertinggi di tingkat kabupaten ini menjadi bukti nyata keseriusan madrasah, sekaligus memperkuat pijakan MAN 1 Soppeng menuju verifikasi Adiwiyata Nasional.

Capaian ini bukan sekadar hasil dari kegiatan seremonial, melainkan buah dari integrasi Ecotheology ke dalam arah strategis Sapta Cita MANESA (Tujuh Tujuan MAN 1 Soppeng). Kebijakan ini sekaligus membumikan Asta Protas Menteri Agama RI serta Asta Aksi Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan.

​Bagi MAN 1 Soppeng, Ecotheology dipahami sebagai paradigma pendidikan yang menghubungkan manusia, Tuhan, dan alam. Manusia memegang mandat moral-spiritual sebagai khalifah di bumi, sehingga menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai keagamaan.

​Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian kolektif seluruh warga madrasah.

​”Alhamdulillah, penghargaan ini adalah berkah dari ikhtiar bersama dalam mengimplementasikan Ecotheology. Kami ingin kepedulian lingkungan tidak berhenti pada slogan, tetapi hadir dalam kebijakan, pembelajaran, dan pembiasaan sehari-hari. Mencintai Sang Pencipta semestinya tercermin dalam cara kita menjaga ciptaan-Nya,” ujar Dr. Musmuliadi. Selasa (18/08/2026).

Ia juga menegaskan bahwa predikat Eco School Utama bukanlah garis akhir, melainkan pemicu energi baru untuk menyongsong target yang lebih besar.

“Penghargaan ini milik bersama—guru, tenaga kependidikan, siswa, komite, hingga orang tua. Ini menjadi tanggung jawab moral untuk mempertahankan budaya ramah lingkungan dan menyukseskan langkah menuju Adiwiyata Nasional,” tambahnya.

Melalui branding “MANESA My Green School”, MAN 1 Soppeng membuktikan bahwa lembaga pendidikan keagamaan mampu berada di garda terdepan dalam menjawab tantangan krisis lingkungan, seperti perubahan iklim dan persoalan sampah.

Langkah menuju Adiwiyata Nasional bukan lagi sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan pembuktian bahwa kesadaran ekologis telah menjadi karakter dan identitas utama warga MAN 1 Soppeng. Menjaga bumi adalah bagian dari menjaga amanah kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!