WARTASULSELNEWS.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) yang hanya mengurus administrasi pernikahan seketika luntur di Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata. Jum’at (31/7/2026).
Lewat aksi nyata bertajuk GEBER LORONG (Gerakan Bersih Lorong), KUA Kecamatan Lalabata membuktikan bahwa nilai agama dan kepedulian lingkungan adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Dipusatkan di Lorong Perintis, aksi gotong royong ini menjadi panggung sinergi lintas sektor. Tak hanya jajaran KUA dan Penyuluh Agama Islam, kegiatan ini memboyong jajaran Forkopimca—mulai dari Camat Lalabata, Sekcam, Kapolsek beserta jajaran, Danramil beserta anggota, Lurah Lemba, Plt. Lurah Botto, hingga masyarakat setempat yang antusias bahu-membahu menyapu jalan, membersihkan drainase, dan merapikan fasilitas umum.
Gerakan ini bukan sekadar agenda bersih-bersih biasa, melainkan langkah konkret mengoperasionalkan Gerakan Ekoteologi dan program prioritas KUA Berdampak gagasan Kementerian Agama.
Kepala KUA Kecamatan Lalabata, H. Muh. Yunus, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian mutlak dari pengamalan ajaran agama.
”Melalui GEBER LORONG, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari ibadah. KUA tidak hanya hadir memberikan layanan keagamaan di balik meja, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap H. Muh. Yunus di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, semangat KUA Berdampak mendorong jajarannya untuk menghadirkan program yang menyentuh akar rumput. Mengajak warga hidup bersih dan bergotong royong merupakan wujud nyata dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semesta alam).
Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh agama yang melebur bersama warga di Lorong Perintis menciptakan pemandangan hangat. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi seremonial, melainkan menjadi pemantik lahirnya budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di wilayah lain.
Melalui Gerakan Ekoteologi, KUA diposisikan sebagai pusat edukasi dan motor penggerak kesadaran ekologis berbasis nilai agama. KUA Lalabata pun menegaskan komitmennya untuk terus menggandeng seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan lestari.
Dari Lorong Perintis, sebuah pesan kuat telah digaungkan: Merawat bumi adalah bagian dari menjaga. (MYN)
















