WARTASULSELNEWS.COM— Kebahagiaan terpancar dari wajah para jemaah haji asal Maluku Utara yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 Debarkasi Makassar saat tiba kembali di Tanah Air. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci, mereka mengaku lega dan bersyukur dapat mendarat dengan selamat serta beristirahat sejenak di Asrama Haji Sudiang Makassar sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.
Salah seorang jemaah asal Kota Ternate, Fahria Ba’asalem, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya sesaat sebelum prosesi serah terima jemaah haji Kloter 15 dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (12/6/2026) malam.
Menurut Fahria, momen tiba di Makassar menjadi pengalaman yang mengesankan setelah menunaikan ibadah haji selama lebih dari sebulan di Arab Saudi. Selain merasa senang karena perjalanan berlangsung lancar, ia juga mengaku terharu melihat sambutan hangat masyarakat saat rombongan melintas menuju Asrama Haji.
“Alhamdulillah, kami sudah tiba dengan selamat. Senang sekali rasanya bisa sampai kembali di Indonesia. Tadi juga terharu melihat banyak masyarakat yang berdiri di pinggir jalan. Rasanya bahagia sekali karena perjalanan haji ini bisa kami lalui dengan baik,” ungkapnya.
Bagi Fahria, keberadaan Asrama Haji Makassar sebagai tempat transit memberikan kenyamanan tersendiri bagi jemaah asal Maluku Utara. Kesempatan beristirahat sebelum melanjutkan penerbangan ke daerah asal dinilainya sangat membantu memulihkan kondisi fisik setelah perjalanan jauh dari Tanah Suci.
“Kalau kami sebenarnya senang transit di Makassar. Bisa beristirahat dulu sebelum lanjut perjalanan. Tenaga bisa kembali pulih. Banyak juga keluarga yang tinggal di Makassar, jadi ada kesempatan bertemu dulu sebelum pulang ke daerah,” katanya.
Ia menilai transit di Makassar justru membuat perjalanan pulang menjadi lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan dibandingkan jika harus langsung melanjutkan perjalanan ke Maluku Utara tanpa jeda istirahat.
Selain mengungkapkan kebahagiaan atas kepulangannya, Fahria juga bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan baik. Menurutnya, semua rukun haji maupun amalan-amalan sunnah dapat ditunaikan dengan lancar dan hingga kembali ke Tanah Air dirinya masih dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah semua rukun haji bisa dijalankan dengan baik, sunnah-sunnah juga bisa dijalankan. Yang paling saya syukuri sampai pulang masih diberikan kesehatan. Ibadah yang berat ternyata bisa dilaksanakan dengan baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Fahria juga berharap pelayanan bagi jemaah lanjut usia pada musim haji mendatang dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, masih banyak lansia yang memiliki keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji dan merasakan pengalaman spiritual di Tanah Suci.
Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga tersebut diketahui mendaftar haji pada awal Januari 2015. Ia berangkat seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Dukungan penuh dari anak-anaknya menjadi penyemangat hingga akhirnya mampu mewujudkan impian menunaikan rukun Islam kelima.
“Alhamdulillah anak-anak yang mendukung dan membantu saya sampai bisa berangkat haji. Semoga semua yang sudah dijalani menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya. (AB)


















