HajiInternasionalNasional

PPIH Kloter UPG 01, PHD, dan KBIH KKB Saudi Arabia Mantapkan Manasik Jelang Armuzna

286
×

PPIH Kloter UPG 01, PHD, dan KBIH KKB Saudi Arabia Mantapkan Manasik Jelang Armuzna

Share this article

MEKKAH — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) , jajaran PPIH Kloter UPG 01 Embarkasi Makassar terus memantapkan kesiapan jamaah melalui bimbingan manasik terpadu.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, ini melibatkan unsur PPIH Kloter UPG 01, Petugas Haji Daerah (PHD), serta KBIH KKB Saudi Arabia.

Kegiatan pemantapan manasik berlangsung dalam suasana serius, tertib, dan penuh kebersamaan. Jamaah Kloter UPG 01 tampak antusias menyimak arahan petugas dan Ketua KBIH KKB, H. Muliadi terkait skema pergerakan dan ketentuan teknis selama berada di kawasan Armuzna.

Sinergi antar unsur petugas ini menjadi bagian penting dalam memastikan jamaah memahami alur ibadah dan layanan yang akan diterapkan pada fase puncak haji.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh rangkaian Armuzna dipermantap. Sejumlah materi strategis menjadi pembahasan utama, yakni skema murur, tanazul, dan teknis badal pelontaran jamrah. Materi ini dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran jamaah, terutama bagi jamaah lanjut usia, disabilitas, serta jamaah risiko tinggi.

Pada pembahasan skema murur, jamaah diberikan pemahaman mengenai mekanisme pergerakan yang diatur dalam rangka mengurangi kepadatan dan menjaga keselamatan jamaah. Jamaah murur akan diberangkatkan dari Arafah mulai jam 19.00-23.00. Petugas menekankan agar seluruh jamaah mengikuti arahan resmi, menjaga disiplin rombongan, dan tidak mengambil keputusan sendiri selama proses pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina.

Sementara itu, tanazul untuk UPG 01 karena berada di zona 4 hanya sebagian jamaah yang sehat kembali ke hotel setelah menjalani jamrah aqabah 10 Dzulhijjah, dengan tujuan memberi ruang yang lebih memadai di tenda Mina bagi jamaah lanjut usia dan jamaah risiko tinggi.

Tahun ini Pemerintah Indonesia mengajukan 80 ribu jamaah tanazul namun yang disetujui Arab Saudi hanya 20 ribu sehingga hanya jamaah haji lansia, risti yang berada di zona 5 yang akan difasilitasi kepulangan ke hotel. Untuk embarkasi Makassar hanya kloter 3, 5, 7 dan 9 yang berada di zona 5. Skema ini dijelaskan sebagai bentuk ikhtiar pelayanan agar jamaah yang paling membutuhkan perhatian dapat memperoleh ruang, kenyamanan, dan pengawasan yang lebih baik.

Pembahasan badal pelontaran jamrah juga mendapat perhatian khusus. Tim kesehatan Kloter UPG 01 berperan dalam melakukan pemetaan dan pengaturan jamaah yang secara kondisi fisik perlu diwakili dalam pelontaran. Jamaah yang menjadi prioritas untuk dibadalkan lontarnya adalah jamaah lanjut usia, jamaah disabilitas, dan jamaah risiko tinggi yang menurut pertimbangan kesehatan tidak memungkinkan untuk melontar secara langsung.

Petugas menjelaskan bahwa badal lontar merupakan bagian dari kemudahan syariat bagi jamaah yang memiliki uzur. Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara tertib, terkoordinasi, dan sesuai ketentuan fikih. Jamaah diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan, serta menyerahkan penilaian kepada petugas kesehatan dan pembimbing ibadah.

Ketua Kloter UPG 01, Muliadi menegaskan bahwa, pemantapan manasik ini merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi fase Armuzna. Menurutnya, pelayanan jamaah tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama solid antara ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, PHD, KBIH, ketua rombongan, dan ketua regu.

Sementara Pembimbing ibadah, Dr Haniah, mengingatkan bahwa Armuzna bukan hanya perjalanan fisik, tetapi inti ibadah haji yang menuntut kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap arahan petugas. Jamaah diajak memperbanyak doa dan zikir, menjaga kebersamaan, serta mengutamakan keselamatan diri dan sesama jamaah.

Melalui sinergitas PPIH Kloter UPG 01, PHD, dan KBIH KKB Saudi Arabia, jamaah diharapkan semakin siap menghadapi puncak ibadah haji dengan ilmu yang cukup, fisik yang terjaga, mental yang kuat, dan spiritualitas yang matang. Seluruh ikhtiar ini diarahkan agar jamaah Kloter UPG 01 dapat menjalani Armuzna dengan tertib, aman, khusyuk, dan meraih haji yang mabrur.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!