WARTASULSELNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Watansoppeng menggelar kegiatan Khatam Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh IPARI Kemenag Soppeng, Muslimat NU, Fatayat NU, IPEMI dan DWP Kemenag Soppeng serta diikuti oleh warga binaan dengan penuh khidmat bersama jajaran struktural dan petugas Rutan Soppeng sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian. Selasa (10/3/2026).
Dipandu oleh Aszriana AB. Kegiatan khatam Al-Qur’an ini menjadi momentum spiritual bagi warga binaan setelah sebelumnya secara rutin mengikuti tadarus Al-Qur’an. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, para warga binaan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an hingga akhirnya mencapai khatam.
Suasana religius dan penuh kekhusyukan terasa ketika lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh warga binaan yang telah berpartisipasi dalam program tadarus selama Ramadhan.
Kepala Kemenag Soppeng, H. Afdal yang hadir membersamai menyampaikan bahwa, khatam Al-Qur’an ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas spiritual warga binaan.
Menurutnya, bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT, termasuk melalui kegiatan membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Kegiatan khatam Al-Qur’an ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus mencintai Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman hidup. Melalui pembinaan keagamaan seperti ini, kami berharap warga binaan dapat memperbaiki diri dan memiliki semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Afdal.
Para warga binaan terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Selain menjadi bentuk ibadah di bulan Ramadhan, kegiatan khatam Al-Qur’an ini juga menjadi sarana refleksi diri bagi warga binaan untuk memperkuat iman dan memperbaiki perilaku.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Watansoppeng terus berkomitmen memberikan pembinaan yang tidak hanya bersifat fisik dan keterampilan, tetapi juga pembinaan spiritual. Dengan dukungan jajaran struktural serta petugas, diharapkan warga binaan memiliki bekal moral dan keimanan yang kuat ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. (AZ)




















