WARTASULSELNEWS.COM – Memasuki Pertengahan Bulan Suci Ramadan, Kakan Kemenag Soppeng, H. Afdal, S.Ag, MM., didaulat mengisi jadwal ceramah Ramadan di Masji Jami’ Nurul Iman Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kamis, (5/3/2026) malam.
Afdal tampil menyampaikan tausiyahnya dengan tema bahaya gibah yang menururtnya menjadi salah satu dosanya lebih berat daripada berzina. Ia menyatakan bahwa orang yang gibah tidak akan diampuni oleh Allah sehingga dimaafkan oleh orang yang digunjingkan.
Afdal menjelaskan bahwa ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut, meskipun hal yang dibicarakan benar adanya. Menurutnya, ghibah termasuk dosa besar yang dalam Al-Qur’an diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang sudah meninggal sebagai mana yang termaktub didalam (QS. Al-Hujurat: 12).
“Ghibah adalah penyakit sosial yang sering dianggap sepele. Padahal dampaknya sangat besar. Ia bisa memecah belah persaudaraan, menimbulkan fitnah, merusak kepercayaan, bahkan menjadi sumber permusuhan di masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ghibah sering muncul dalam keseharian, baik melalui obrolan ringan antar tetangga, percakapan di media sosial, maupun forum-forum masyarakat. Karena itu, setiap umat Islam perlu lebih berhati-hati dalam menjaga lisan.
Kakan Kemenag yang tampil lugas dengan sesekali menggunakan bahasa Bugis, ia menyarankan agar masyarakat membiasakan berprasangka baik (husnuzhon), mengalihkan pembicaraan ke hal-hal positif, memperbanyak dzikir serta membaca Al-Qur’an, dan apabila terlanjur bergibah, segera bertaubat serta meminta maaf kepada orang yang menjadi korban.
Mengakhiri ceramahnya, Kakan Kemenag mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial.
“Mari kita maksimalkan sisa hari Ramadan ini dengan ibadah yang tulus, agar Allah SWT menganugerahkan pahala dan surga-Nya kepada kita semua, semoga kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya, ” tutupnya.




















