WARTASULSELNEWS.COM – Guna memastikan akurasi nilai zakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Soppeng melakukan survei harga beras secara maraton selama sepekan, 15 Januari hingga 4 Februari 2026 dengan menyasar Pasar Tradisional di Kabupaten Soppeng.
Langkah strategis tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan penetapan nilai Zakat Fitrah menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng, menegaskan bahwa survei ini dilakukan untuk memastikan nilai konversi Zakat Fitrah benar-benar mencerminkan kondisi harga riil di masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa penetapan nilai Zakat Fitrah nantinya objektif, adil, dan sesuai dengan harga pasar terkini, sehingga memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajibannya,” ujar Satturi, Jum’at (30/1/2026).
Survei ini adalah bentuk tanggung jawab untuk menghasilkan data yang objektif dan up-to-date.
“Kami membagi tim agar mendapatkan rata-rata harga beras yang benar-benar mewakili kondisi di lapangan, baik itu beras kualitas premium maupun medium yang umum dikonsumsi masyarakat,” ujar Satturi.
Dikatakan bahwa, data dari pasar nantinya di musyawarah bersama Kemenag dan Pemerintah Daerah.
Dengan selesainya survei ini, Baznas Soppeng akan segera melakukan analisis data untuk dipresentasikan dalam rapat koordinasi teknis bersama pihak-pihak terkait dalam waktu dekat.




















