News

​Kasi Bimas Kemenag Soppeng Pimpin Doa Workshop Asta Protas di Makassar

15
×

​Kasi Bimas Kemenag Soppeng Pimpin Doa Workshop Asta Protas di Makassar

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM – Suasana pembukaan Workshop Harmoni Asta Protas Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar mendadak larut dalam hening yang penuh makna.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Pd.I., didaulat memimpin pembacaan doa dalam ajang bergengsi yang berlangsung selama tiga hari (28–30 Oktober 2026) tersebut.

Bukan sekadar formalitas pembuka acara, bait-bait doa yang dilantunkan Muhammad Yunus membawa pesan mendalam yang menyentuh esensi spiritualitas, kemanusiaan, hingga kelestarian alam.

Di hadapan para peserta workshop yang diselenggarakan oleh Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sulsel ini, Yunus mengajak seluruh pihak untuk memosisikan rumah ibadah secara lebih holistik.

Rumah ibadah tidak boleh lagi dipandang sebatas ruang ritual, melainkan pilar pemberdayaan dan penguat kerukunan antarumat.

​”Biarkanlah rumah-rumah ibadah menjadi taman penjaga jiwa: tempat menyejukkan yang dahaga, merangkul yang tersisih, dan menumbuhkan harap. Teduh bagi jiwa yang letih, mata air bagi hati yang kering, dan pelita bagi masyarakat yang menanti arah,” ucap Muhammad Yunus menggetarkan suasana.

​Salah satu poin penting yang menyedot perhatian dalam doa tersebut adalah penguatan kesadaran ekologis—sebuah isu kontekstual yang kini diintegrasikan ke dalam program keagamaan.

Yunus menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran keagamaan. ​Ia menyerukan pentingnya menyatukan kemaslahatan sosial dan kelestarian alam: “…serta menempatkan kemaslahatan umat dan kelestarian alam sebagai satu taruhan suci.”

​Pesan filosofis ini menyelaraskan semangat penguatan kehidupan beragama dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup tempat manusia tinggal.

Doa ini sekaligus menjadi refleksi atas komitmen pelayanan Kementerian Agama. Yunus memohon agar Kemenag terus menjelma sebagai “rumah inklusif bagi seluruh umat” dan mampu membumikan Visi, Misi, serta Asta Protas Kementerian Agama 2025–2029.

​Ia berharap Sulawesi Selatan dapat berdiri sebagai simpul harmoni bagi Indonesia—tempat masyarakatnya saling menjaga, menguatkan, dan melangkah bersama menuju kebaikan.

​”Sehingga layanan keagamaan laksana sungai yang mengalir jernih ke setiap jiwa, berdampak nyata bagi masyarakat, dan setiap pelayanan menjadi bahasa kasih bagi negeri,” pungkasnya menutup doa dengan syahdu.

Pesan keteladanan dalam doa tersebut bertautan erat dengan semangat Bimas Islam Berdampak. Semangat ini mendorong transformasi pelayanan keagamaan yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan spiritual, tetapi juga aktif merawat kerukunan, memandirikan umat melalui rumah ibadah, dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan.

​Melalui Workshop Harmoni Asta Protas ini, diharapkan tercipta sinergi yang makin kokoh antar pemangku kepentingan agar kehadiran Kementerian Agama benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan penggerak kemajuan umat di Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!