WARTASULSELNEWS.COM – Laju modernisasi di lingkungan pendidikan terus digenjot MAN 1 Soppeng. Dalam upaya meluas jejaring sekaligus memperkuat ekosistem digital madrasah, MAN 1 Soppeng kini tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Soppeng.
Inovasi yang diusung tak main-main yaitu pengembangan dan penguatan branding e-Kantin yang bakal terintegrasi langsung dengan Kartu Siswa Digital berbasis BRIZZI.
Gagasan segar ini mengemuka dalam diskusi santai namun produktif di Cafe De’ Malaka, Jumat (31/7/2026). Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., memenuhi undangan khusus dari Pemimpin Cabang BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi, untuk merumuskan konsep pembayaran cashless di lingkungan madrasah.
Turut hadir menyaksikan momen penting ini, jajaran pegawai BRI serta Pengurus Komite MAN 1 Soppeng, H. A. Muh. Akram, S.IP., M.AP., yang juga merupakan purnabakti pegawai BRI. Kehadiran komite menjadi simbol sinergi kuat antara madrasah, orang tua, dan dunia perbankan.
Melalui program ini, Kartu Siswa Digital tidak sekadar berfungsi sebagai tanda pengenal, melainkan juga sebagai kartu transaksi non-tunai (BRIZZI) untuk berbelanja di kantin madrasah. Sistem ini dirancang agar setiap transaksi berjalan lebih praktis, aman, tertib, dan transparan.
Dr. Musmuliadi menyambut hangat terobosan ini. Menurutnya, e-Kantin bukan sekadar perpindahan mode pembayaran dari uang tunai ke kartu elektronik, melainkan langkah nyata membangun karakter peserta didik sejak dini.
”Kartu Siswa Digital yang terintegrasi untuk transaksi kantin ini adalah inovasi luar biasa. Bagi kami, ini bukan cuma memudahkan pelayanan, tapi juga sarana edukasi karakter—menanamkan kedisiplinan, kejujuran, literasi keuangan, hingga kecakapan digital bagi siswa,” terang Musmuliadi.
Ia menambahkan, kantin harus bertransformasi menjadi laboratorium kehidupan. Siswa tidak hanya membeli makanan, tetapi belajar mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus menyokong komitmen Asta Protas Menteri Agama, Asta Cita Kanwil Kemenag Sulsel, serta Sapta Cita MAN 1 Soppeng dalam memodernisasi tata kelola lembaga.
Menariknya, diskusi perbankan dan dunia pendidikan ini berlangsung sangat hangat. Pertemuan tersebut dengan cepat mencair ketika Dr. Musmuliadi dan Rahmatullah Habibi menemukan banyak kesamaan personal, keduanya merupakan penikmat musik, pencinta otomotif klasik Vespa, serta sama-sama dibesarkan dalam kultur madrasah.
Rahmatulloh Habibi mengungkapkan bahwa dirinya tumbuh di lingkungan madrasah karena orang tuanya adalah seorang guru madrasah. Kedekatan emosional dan kesamaan hobi ini menjadi modal sosial penting dalam mempererat kerja sama lintas lembaga.
”Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan konsep Kartu Siswa Digital dan pemanfaatan BRIZZI, termasuk dukungan penuh BRI untuk branding e-Kantin MAN 1 Soppeng. Kami berharap kolaborasi ini bisa segera direalisasikan,” ujar Rahmatullah Habibi penuh optimisme.
Penjajakan kerja sama ini semakin mempertegas komitmen MAN 1 Soppeng sebagai lembaga pendidikan yang terbuka dan kaya akan jejaring strategic—mulai dari instansi pemerintah, penegak hukum, sektor kesehatan, perguruan tinggi, hingga lembaga keuangan.
Dari obrolan hangat di meja kafe, sebuah gagasan besar untuk masa depan ekosistem digital madrasah kini siap digulirkan. Lewat e-Kantin berbasis BRIZZI, MAN 1 Soppeng kembali membuktikan komitmennya untuk tampil sebagai madrasah yang unggul, transformatif, dan siap melangkah menuju era digital. (MM)
















