WhatsApp Image 2026-04-14 at 12.39.05
previous arrow
next arrow














HJS765 RS

HJS765 JAMPU

Artikel

Cerita di Balik CJH Soppeng, Batal Berangkat Gegara Hamil 10 Minggu Hingga Tunggu Kehamilan 8 Tahun

1602
×

Cerita di Balik CJH Soppeng, Batal Berangkat Gegara Hamil 10 Minggu Hingga Tunggu Kehamilan 8 Tahun

Share this article

WARTASULSELNEWS. COM – Sabriati sabir calon jamaah haji asal Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng untuk berangkat haji tahun ini terpaksa batal. Pasalnya, ia diketahui sedang hamil 10 minggu. Rabu (22/4/2026).

Petugas pun meminta Sabriati untuk menunda keberangkatan karena penerbangan selama 11 jam ke Madina akan membahayakan bayi yang dikandungnya.

Meski ia berulang kali meyakinkan petugas kesehatan jika dia bisa menjaga kesehatan dan janinnya. Namun, upayanya sia-sia sebab janin yang baru berusia 2,5 bulan memang tidak memenuhi syarat untuk terbang selama 11 jam ke Madinah. Penerbangan selama itu menyebabkan dia rawan keguguran atau pendarahan.

Pihak keluarga pun berusaha membujuk Sabriati untuk menuruti anjuran petugas. Nurul Iksan sang suami juga turut berupaya menenangkan sang Istri. Dia menjemput sang istri yang gagal mencium Kabah tersebut.

Pihak keluarga menjelaskan, Sabriati tidak menyangka gagal berangkat ke Tanah Suci.

Batal berangkat haji karena hamil adalah situasi yang berat, namun dalam perspektif Islam dan kesehatan, ini sering dipandang sebagai berkah, hikmah, dan perlindungan Allah. Meskipun sedih, ini adalah momen untuk bersyukur atas amanah kehamilan setelah penantian panjang.

Keputusan untuk menunda keberangkatan haji pun disambut penuh haru dan syukur oleh keluarga. Ucapan selamat dan doa mengalir, mengiringi kebahagiaan atas karunia yang dianggap sebagai rezeki paling berharga dari Allah.

Dengan penuh keikhlasan, Sabriati memilih untuk menjaga amanah yang kini ada dalam kandungannya yang ia nantikan selama 8 tahun. Ia pasrah dan bertawakal, memohon kepada Allah agar kehamilannya senantiasa sehat hingga waktu persalinan tiba, serta diberi kekuatan untuk menjalani peran barunya sebagai seorang ibu.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap rencana manusia bisa saja berubah, namun selalu ada hikmah dan kebaikan di balik ketetapannya.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!