Daerah

Sepuluh Ramadan, Kepala MAN 1 Soppeng Beri Tausiyah di Hotel Aerotel Smile

368
×

Sepuluh Ramadan, Kepala MAN 1 Soppeng Beri Tausiyah di Hotel Aerotel Smile

Share this article

WARTASULSELNEWS.COM— Suasana Ramadan terasa begitu khidmat melalui pelaksanaan shalat Isya dan Tarwih berjamaah di Hotel Aerotel Smile.

Di sela-sela rangkaian kegiatan Bidang Pendidikan Madrasah yang menghadirkan para Kepala Madrasah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah kabupaten/kota, para Kepala MA, MTs, MI, serta seluruh operator madrasah, pada Jum’at, 27 Februari 2026. Shalat Tarwih berjamaah dipimpin oleh Dr. H. Rukman A. Rahman, M.A, Kepala MTsN 3 Enrekang. Sementara itu, tausiyah Ramadan disampaikan Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A, Kepala MAN 1 Soppeng.

Kebersamaan ibadah ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, M.Ag, yang turut membersamai para peserta dalam suasana penuh kekhusyukan.

Dalam tausiyahnya, Dr. Musmuliadi menegaskan pentingnya memaksimalkan ibadah puasa Ramadhan sebagai jalan penguatan kualitas diri secara utuh—baik dari sisi iman (spiritual) maupun imun (ketahanan fisik).

Ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan kesadaran yang membentuk disiplin, membersihkan hati, dan meluruskan orientasi hidup menuju ketakwaan.

Pesan tersebut diperkuat dengan dalil Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 184: “وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ” (wa an tashûmû khairun lakum in kuntum ta’lamûn), yang bermakna: “Dan berpuasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

Menurutnya, ayat ini menunjukkan bahwa puasa menyimpan hikmah besar yang tidak hanya berdimensi ibadah ritual, tetapi juga membawa manfaat luas bagi kehidupan manusia.

Ia juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang masyhur di tengah umat: “صُومُوا تَصِحُّوا” (shûmû tashihhû) — “Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” Pesan profetik tersebut, lanjutnya, menegaskan bahwa puasa memiliki dimensi maslahat yang nyata, termasuk pada aspek kesehatan dan ketahanan diri.

Berangkat dari dua landasan itu, Dr. Musmuliadi mengaitkan hikmah puasa dengan penjelasan bernuansa ilmiah.

Ia menyampaikan bahwa ketika berpuasa, tubuh berproses melakukan detoksifikasi, yaitu membantu pengeluaran zat-zat sisa yang berpotensi membahayakan kesehatan. Detoksifikasi ini mencakup “racun” jasmani, seperti sisa metabolisme dan residu makanan yang jika tidak terkelola dapat memengaruhi kebugaran, sehingga melalui pola puasa yang baik, imunitas tubuh berpotensi meningkat.

Namun, ia menegaskan bahwa detoksifikasi tidak berhenti pada aspek fisik semata. Puasa juga menjadi momentum membersihkan “racun” ruhani, yakni dosa, kelalaian, dan kebiasaan buruk yang menumpuk dalam perjalanan hidup manusia.

“Ada racun-racun ruhani yang jauh lebih berbahaya: dosa dan kelalaian. Ramadhan adalah kesempatan Allah untuk membersihkan itu semua, sehingga iman kita bertambah dan mengantar kita menjadi pribadi-pribadi bertakwa,” tuturnya.

Kebersamaan Tarwih ini menjadi ruang penguatan ukhuwah kelembagaan di antara kepala madrasah, jajaran seksi pendidikan madrasah, dan operator. Ukhuwah ini penting untuk memperkuat sinergi lintas jenjang MA–MTs–MI, mempercepat koordinasi, serta memperhalus komunikasi dalam pelaksanaan kebijakan.

Tarwih bersama ini menegaskan bahwa pendidikan madrasah yang unggul membutuhkan dua pilar yang berjalan seiring: kompetensi tata kelola yang profesional dan kedalaman spiritualitas yang menuntun akhlak kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!