WARTASULSELNEWS.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Soppeng meminta masyarakat tak tertipu tawaran atau iklan berangkat haji dengan visa non-haji tanpa antrean. Sebab, Kemenhaj memastikan kuota haji Indonesia 1447 Hijriah/2026 Masehi sudah terisi penuh.
Penegasan ini disampaikan Kepala Kemenhaj Kabupaten Soppeng, Dr. H. Musriadi, menyusul banyaknya tawaran berangkat dengan selain visa haji. Baik mengatasnamakan visa petugas haji, visa ummal, visa ziarah, hingga multiple.
“Hati-hati terhadap tawaran berangkat dengan visa non-haji, karena saat ini kuota haji Indonesia sudah terpenuhi,” ujar Dr. Musriadi Kepada Wartasulselnews.com Sabtu (28/2/2026).
Musriadi mengingatkan, regulasi Pemerintah Arab Saudi sangat ketat terkait penggunaan visa haji. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berdampak serius bagi jamaah.
“Arab Saudi saat ini sedang fokus meningkatkan kualitas pelayanan haji melalui penerapan aturan ketat demi menjaga keamanan dan kenyamanan para jemaah, ” ucapnya.
Ia mengungkapkan, banyak calon jamaah tertipu tawaran visa non haji dengan janji keberangkatan ke Tanah Suci.
“Tahun kemarin kan ada banyak orang yang tidak tahu, dijanjikan visanya sudah dikeluarkan, padahal bukan visa haji,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming keberangkatan haji tanpa antrean, demi menjaga kepatuhan terhadap ketentuan resmi.
“Ini pesan kami, mudahan-mudahan ini bisa tersampaikan ke publik,” tandas Musriadi.















