WARTASULSELNEWS.COM— Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I, secara resmi membuka kegiatan Temu Olahraga, Seni, dan Keagamaan (TORSENI) Madrasah Ibtidaiyah Sub Rayon 2 dan 3 di Kabupaten Soppeng. Minggu (21/12/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026 yang jatuh pada tanggal 3 Januari 2026 serta sebagai wadah pembinaan minat, bakat, dan karakter peserta didik madrasah.
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Yunus menegaskan bahwa Hari Amal Bakti (HAB) tidak hanya dipahami sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai refleksi historis atas peran strategis Kementerian Agama dalam membangun peradaban bangsa melalui penguatan agama, pendidikan, dan moderasi beragama.
Selain itu, ia mengajak kepada seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, baik dalam bidang olahraga maupun seni.
“Temu Olahraga dan Seni ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk menunjukkan bakat dan menjalin persaudaraan antar peserta. Mari jadikan momen ini sebagai sarana untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun kebersamaan, saling menghormati, dalam bingkai moderasi beragama,” ujar Muhammad Yunus yang juga Ketua Panitia Peringatan HAB Kemenag tingkat Kabupaten Soppeng.
Ia menjelaskan bahwa usia 80 tahun Kementerian Agama menandai fase kedewasaan institusional yang menuntut peningkatan kualitas, integritas, dan relevansi pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa TORSENI keagamaan merupakan media pendidikan holistik yang mengintegrasikan olahraga dan seni sebagai instrumen pembentukan karakter, penanaman sportivitas, disiplin, kreativitas, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan madrasah.
“Maka melalui kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam menanamkan sikap moderasi beragama dan toleransi sejak dini, ” ujarnya.
Dr. Muhammad Yunus menegaskan bahwa peringatan HAB ke-80 menjadi momentum untuk meneguhkan Kementerian Agama sebagai penjaga moral publik dan perekat sosial bangsa, melalui penguatan pendidikan madrasah yang berkualitas, moderat, dan berdaya saing.
Temu Olahraga Seni dan Keagamaan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong semangat kerja dan meningkatkan kinerja ASN Kementerian Agama, sekaligus merayakan dedikasi yang telah diberikan selama 80 tahun dalam mengabdi kepada masyarakat.
























