Gambar Ilustrasi
WARTASULSELNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya melakukan intervensi untuk dapat mencapai angka stunting nol persen.
Namun, berdasarkan data yang dihimpun media ini bahwa, kasus stunting di Kabupaten Soppeng pada tahun 2024 mencapai 1.105 kasus, sementara tahun 2025 hingga bulan Agustus melonjak dengan 1.200 kasus.
Hal tersebut dibenarkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Evinuddin saat di konfirmasi Via Whatsapp. Kamis (11/12/2025).
“Jadi untuk penanganan stunting bukan hanya pada Dinas Kesehatan saja, Dinas P3AP2KB dan Bapelitbangda, tapi lintas sektor dan OPD, termasuk ada tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), ” ujar Evinuddin.
Dikatakan, bahwa pihak Dinas Kesehatan melalui puskesmas, pustu dan posyandu melakukan intervensi seperti pemberian makanan tambahan dan pemberian tablet tambah darah, serta pendampingan ibu hamil KEK dan melakukan kunjungan ke sasaran mulai dari Posyandu serta mendeteksi dini masalah gizi sekaligus memberikan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat.
Ia mengatakan, ada berbagai faktor penyebab stunting meningkat. Namun demikian, pihaknya terus melakukan upaya termasuk dengan program gerakan peduli stunting.
“Kami terus melakukan upaya agar stunting dapat ditekan dan itu diapresiasi oleh pusat sebagai salah satu kabupaten yang berkinerja baik dalam percepatan penurunan Stunting tahun 2025,” ucapnya.
























