WARTASULSELNEWS.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Lamappapoleonro (Unipol) Soppeng menunjukkan kreativitasnya melalui pentas tari bertajuk “Menari Dalam Nilai, Berlakon Dalam Makna” yang digelar di Gedung Lapatau, Kabupaten Soppeng. Tanggal, 3-4 Desember 2025.
Selama dua hari pertunjukan, para mahasiswa angkatan 2024 , menampilkan perpaduan antara imajinasi, warisan budaya, dan ekspresi visual yang memukau. Setiap pertunjukan tidak hanya menonjolkan estetika gerak, tetapi juga memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun konsep pementasan secara utuh — dari tata panggung, musik pengiring, hingga susunan acara.
Humas Unipol Soppeng, Karanita, saat di temui di lokasi mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang belajar nyata untuk mengasah keterampilan berpikir kreatif, kolaborasi tim, serta keberanian tampil di depan publik.
“Ini menjadi momentum penting yang menegaskan komitmen PGSD Unipol dalam menyatukan pendidikan dan budaya. Melalui gerakan tari yang ekspresif, mahasiswa menyuarakan semangat mendidik dengan hati, serta mencerdaskan bangsa melalui sentuhan seni yang menyentuh rasa, ” ujar Karanita.
Senada dengan itu, dosen PGSD Unipol, Nurul Fitriah, turut menegaskan bahwa seni memiliki kekuatan dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inklusif, menyenangkan, dan bermakna.
“Kami ingin mahasiswa PGSD memiliki kemampuan membangun hubungan emosional dan imajinatif dengan peserta didik melalui pendekatan seni dalam proses belajar-mengajar,” paparnya.
Di hari kedua ini para mahasiswa menampilkan 8 jenis tarian mulai, Tari 3 etnis, Tari panen, Tari Butta kalassukangku, Tari kreasi Sulawesi, Tari saralao, Tari abbanua sulawesi, Tari kreasi Nusantara, Tari mulie berkipas.
Penyelenggaraan Pentas Seni ini menjadi salah satu bentuk komitmen Prodi PGSD Unipol Soppeng dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan aplikatif. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mahasiswa memiliki ruang ekspresi dan pengembangan diri yang lebih luas.
























