HAB KEMENAG-IGRA
previous arrow
next arrow
News

Kabid PHU Kemenag Sulsel: Biaya Haji Turun 2 Juta dan Kuota Haji Sulsel Bertambah 

604
×

Kabid PHU Kemenag Sulsel: Biaya Haji Turun 2 Juta dan Kuota Haji Sulsel Bertambah 

Share this article
Oplus_0

WARTASULSELNEWS.COM – Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menjelaskan sejumlah aturan baru yang menurutnya berbeda dengan penyelenggaraan haji tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara pada kegiatan manasik haji sepanjang tahun di Aula PLHUT Kemenag Soppeng. Senin (3/11/2025).

ADV
ADV

“Alhamdulillah tahun ini ada beberapa kebijakan Pemerintah yang tahun lalu tidak diberlakukan, mulai tugas penyelenggaraan haji dan umrah akan beralih dari Kementerian Agama ke Kementerian haji dan umrah, ” beber Haji Ikbal, sapaan Akrab mantan Kepala UPT Asrama Haji Makassar ini.

Dikatakan, berdasarkan hasil raker Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Haji dan Umrah disepakati BPIH tahun 1447H/2026M rata-rata Rp87.409.365 atau turun sekitar Rp2.000.894.

“Artinya komposisi Bipih (yang dibayar jemaah) 62% dan Nilai manfaat 38%. Masih menunggu Kepres tentang BPIH tersebut dan Keputusan Menteri tentang petunjuk teknis pelunasan biaya haji,” ucapnya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel ini juga menjelaskan, bahwa Kuota Haji 2026 untuk Sulawesi Selatan (Sulsel) bertambah sebanyak 2.398 orang, sehingga totalnya menjadi 9.670 jemaah, dari sebelumnya 7.272 orang.

Penambahan kuota ini merupakan salah satu dampak positif dari penerapan waiting list (daftar tunggu) haji nasional secara merata, yang kini mencapai rerata 26,4 tahun.

Pada kesempatan itu, Ikbal juga menyampaikan bahwa keberangkatan jemaah haji Sulsel dijadwalkan mulai 22 April 2025, setelah sehari sebelumnya masuk ke Asrama Haji Sudiang Makassar.

“Jadwal keberangkatan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M,” jelas Ikbal.

Terakhir ia berpesan bahwa pelaksanaan ibadah haji ini tidak sesederhana apa yang kita bayangkan dan ibadah haji ini merupakan ibadah ritual tahunan dan dianggap atau dinilai oleh sebagian besar umat islam sebagai puncak spiritual.

“Maka persiapan jemaah haji terus di intensifkan mulai pemeriksaan kesehatan dalam rangka penetapan istithaah kesehatan, bimbingan manasik yang diselenggarakan bersama KBIHU, penyelesaian dokumen untuk persiapan pemvisaan,” ucapnya.

Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan agar calon jemaah haji memiliki bekal lebih awal tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji agar sukses menjalani ibadah haji nantinya.







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!