WARTASULSELNEWS.COM- Setelah mengabdikan diri selama 28 tahun sebagai pendidik, seorang guru yang telah memulai karier sejak 1997 akhirnya harus mengucapkan perpisahan kepada sekolah, rekan kerja, dan para murid yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Momen perpisahan ini dipenuhi dengan suasana haru, tidak hanya dari sang guru yang merasa berat meninggalkan dunia pendidikan, tetapi juga dari para siswa, dan rekan-rekan sejawat yang memberikan penghormatan setinggi-tingginya.
Ia adalah Hj Hadzirah salah seorang guru yang telah mengabdikan dirinya selama puluhan tahun. Dengan kehangatan dan ketulusannya, ia dikenal sebagai sosok ibu bagi para siswa. Tak hanya mengajarkan mata pelajaran dengan cermat, Hj Hadzirah juga selalu memberikan motivasi dan nasihat bijak kepada anak didiknya. Kehadirannya di kelas selalu membawa semangat baru, membuat siswa merasa nyaman dan bersemangat untuk belajar.
Selain itu, Hj Hadzirah juga dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap perkembangan pendidikan di sekolah. Dia sering kali menjadi tempat curhat bagi siswa yang mengalami kesulitan, baik dalam akademik maupun kehidupan pribadi. Jejak dedikasinya tidak hanya terlihat dari prestasi siswa-siswanya, tetapi juga dari nilai-nilai moral yang ia tanamkan kepada generasi muda.
Kini, setelah bertahun-tahun mengabdi, Hj Hadzirah memasuki masa purna bakti. Meskipun langkahnya meninggalkan sekolah ini, jejak inspirasi yang ia tinggalkan akan selalu hidup di hati warga sekolah.
Mengenang perjalanan panjang seorang guru yang begitu berdedikasi, wanita berhijab ini, memiliki karakteristik pribadi yang membedakannya dari yang lain. 28 tahun mengabdi di dunia pendidikan membentuknya menjadi sosok yang penuh empati, menghargai perbedaan, dan memiliki kesetiaan yang kokoh. Setiap tangisan dan tawa siswanya adalah cerminan dari kepedulian dan kehangatan hati yang dimilikinya.
Tak hanya itu, ciri khasnya yang penyayang dan penuh perhatian membuat setiap siswa merasa dihargai dan diperhatikan. Keberadaannya selalu menjadi tempat bertanya, tempat curhat, dan tempat mencari dukungan. Dengan integritas dan tanggung jawab yang tinggi, Hj Hadzirah memberikan teladan yang positif kepada seluruh guru, staf, dan siswa di MAN 1 Soppeng.
Optimisme dan pemikiran positif senantiasa menyertai setiap langkahnya. Meskipun menghadapi tantangan berat dalam dunia pendidikan, beliau selalu melihat sisi terbaik dari setiap situasi. Rendah hati dan bersahaja, guru purnabakti ini tidak pernah meninggikan dirinya di atas yang lain, melainkan selalu bersama-sama dalam proses belajar-mengajar.
Ibu Hj Hadzirah meninggalkan MAN 1 Soppeng dengan hati yang penuh cinta dan penghargaan. Semangatnya yang optimis dan penuh empati akan terus diingat dan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi yang akan datang.
























