WARTASULSELNEWS.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Soppeng akhirnya angkat bicara terkait beredarnya Kitab Taurat di Kabupaten Soppeng.
Dalam rapat yang berlangsung di La Daffa Cafe & Coffee pada hari Kamis (9/10/2025), Ketua MUI Kabupaten Soppeng, Dr KH Khuzaemah Rauf meminta kepada semua pihak untuk menahan diri terkait adanya isu-isu yang berkembang belakangan ini.
Ia meminta kepada semua pihak untuk menelusuri kronologisnya dan tindak lanjut apa yang harus dilakukan.
Menurutnya, secara kelembagaan MUI Soppeng menentang beredarnya Kitab Taurat tersebut.
“Kenapa ada kitab taurat diedarkan. Itu untuk siapa, apa ada penganut Taurat di Soppeng,” tegas Dr Khuzaemah.
Untuk menindak lanjuti permasalahan ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kesbangpol sejauh mana penanganan kasus tersebut dan siap bila mana sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pemerintah daerah, Kementerian Agama maupun FKUB untuk bersinergi.
Selain itu, pihaknya juga mendalami keberadaan Mr Douglas di Kabupaten Soppeng, yang di duga melakukan peredaran Kitab Taurat tersebut.
“Keberadaan Douglas ini perlu juga di pertanyakan. Jangan sampai keberadaanya dapat merusak kerukunan umat beragama,” tegasnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa masyarakat Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan beredarnya kitab Taurat terjemahan Bahasa Bugis, yang ditulis Douglas, seorang berkewarganegaraan Amerika Serikat, yang tinggal di Kabupaten Soppeng. (MS)
























