WARTASULSELNEWS.COM – Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Soppeng Dra. Suriasni, M.Pd melakukan penelusuran Pemuda Pelopor dengan mengunjungi MAN 1 Soppeng. Selasa (7/10/2025).
Adapun agenda dan kunjungannya meliputi wawancara, verifikasi capaian, dan demo karya para siswa yang tahun ini menorehkan prestasi Karya Ilmiah Remaja (KIR) di tingkat provinsi hingga nasional.
Menurutnya, secara metodologis, pengembangan, karya di MAN 1 Soppeng telah menerapkan riset terapan, mulai dari identifikasi masalah lokal, studi literatur, perancangan prototipe, hingga uji pengguna skala kecil yang dipadukan dengan desain berpusat pada pengguna serta prinsip keberlanjutan.
Di antara karya yang ditampilkan, TOPOLETA (Tote Bag, Pouch, Wallet Lontara) menjadi sorotan di samping memuncaki beberapa event juga mampu mengawinkan tren fashion dengan kearifan lokal aksara Lontara. Produk ini mempromosikan pengurangan kantong plastik sekali pakai dan setiap pembelian disertai E-Book “Local Wisdom of South Sulawesi” sebagai media edukasi budaya.
Dengan kolaborasi desain–budaya yang diusung TOPOLETA menunjukkan bahwa pelestarian warisan Bugis–Makassar dapat berjalan seiring dengan kebutuhan gaya hidup modern dan ramah lingkungan.
Inovasi lain yang mendapat apresiasi adalah EcoHerbS (Eco-Enzyme, Herbal, Sabun) sabun alami berbasis ekstrak herbal dan eco-enzyme yang dirancang menyehatkan kulit sekaligus menekan jejak lingkungan. Formulanya dikembangkan melalui uji organoleptik sederhana dan umpan balik pengguna dari guru dan siswa, sehingga aspek mutu, keamanan dasar, dan kenyamanan pakai terus ditingkatkan.
Selain itu, Siswa MAN 1 Soppeng juga menghadirkan aplikasi edukatif yang menjawab isu strategis remaja dan lingkungan yaitu CETAR, sebuah Apps menawarkan modul interaktif pencegahan narkoba untuk generasi muda; Insurance Assurance Literacy Application menumbuhkan literasi asuransi melalui simulasi kasus sederhana; Green Future Transformation (Eco Guard) mengedukasi perubahan iklim dengan pelacak kebiasaan hijau; sedangkan Waste Sorting Apps membimbing pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 secara praktis sesuai skenario rumah dan sekolah.
Keempat aplikasi ini memperlihatkan kemampuan siswa menerjemahkan data dan riset menjadi fitur yang relevan, mudah digunakan, dan berdampak.

Dra. Suriasni mengapresiasi kesesuaian karya dengan kebutuhan nyata sekaligus kemampuan siswa mempresentasikan riset secara runtut, komunikatif, dan berbasis bukti.
“Saya melihat kombinasi kuat antara kreativitas, kepedulian sosial–lingkungan, dan etos ilmiah. Inovasi siswa MAN 1 Soppeng patut menjadi rujukan pengembangan program kepeloporan pemuda di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., menegaskan bahwa madrasah akan memperluas ekosistem Madrasah Riset melalui pembinaan KIR, laboratorium mini, dan kemitraan dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta pelaku industri kreatif untuk mempercepat hilirisasi karya.
Tahap lanjutan pengembangan diarahkan pada validasi pengguna yang lebih luas, standardisasi label dan panduan produk, serta model kewirausahaan pelajar yang etis dan berorientasi dampak. Madrasah juga menyiapkan skema replikasi program ke sekolah mitra di Soppeng agar manfaat inovasi semakin merata. Sejalan dengan motto KIR MAN 1 Soppeng,
“Muda berdaya, semangat berkarya, lestarikan budaya,” madrasah ini kian meneguhkan diri sebagai episentrum inovasi pelajar beridentitas lokal, berdaya saing global, dan bertanggung jawab pada lingkungan,” jelasnya.
























